Senin, 28 Mei 2012 | 21:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'SBY Bohong Tak Akui Denny JA'
Headline
Effendy Simbolon - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Jumat, 3 Juli 2009 | 14:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bantahan capres SBY soal iklan satu putaran yang melibatkan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dianggap suatu kebohongan. Karena sangat mustahil LSI menghamburkan miliaran uang tanpa sepengetahuan SBY.

"Apa anda percaya itu (iklan) tak sepengetahuan SBY? Bohonglah itu tanpa sepengetahuan dia (SBY)," kata anggota tim pemenangan Mega-Prabowo Effendy Simbolon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7).

Ia mengatakan bantahan SBY harus dibuktikan kebenarannya. Kalau SBY membantah iklan itu, berarti benar apa yang disimpulkan JK bahwa iklan satu putaran itu ilegal.

"Ini tinggal diuji panggil saja Denny JA. Tanya dia dapat uang dari siapa. Tanya dari mana uangnya," ujarnya.

Denny JA juga harus dipertanyakan apa betul sebuah biro sosial tapi bisa ribuan kali beriklan. "Dulu juga dia (Denny) ada di kami. Iklan itu diulang-ulang dan memakan biaya miliaran," imbuhnya.

Ia menegaskan tidak mungkin Denny JA menghambur-hamburkan uang untuk iklan ilegal. Oleh karenanya, pembenaran ini harus dibuktikan kepada publik. [ikl/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
tert
Jumat, 3 Juli 2009 | 17:33 WIB
Bisa bohong juga bisa setengah bohong juga bisa tidak. SBY tahu iklan itu dan diam saja, dan itu atas nama Denny JA. Betul itu bukan iklan SBY tetapi iklan dari atas nama teman SBY untuk mendukung SBY, dan uangnya urunan: SBY 99,9%, Denny JA 0,1%. (halah gitu aja pura-pura tidak tahu).
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.