INILAH.COM, Jakarta - Bantahan capres SBY soal iklan satu putaran yang melibatkan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dianggap suatu kebohongan. Karena sangat mustahil LSI menghamburkan miliaran uang tanpa sepengetahuan SBY.
"Apa anda percaya itu (iklan) tak sepengetahuan SBY? Bohonglah itu tanpa sepengetahuan dia (SBY)," kata anggota tim pemenangan Mega-Prabowo Effendy Simbolon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7).
Ia mengatakan bantahan SBY harus dibuktikan kebenarannya. Kalau SBY membantah iklan itu, berarti benar apa yang disimpulkan JK bahwa iklan satu putaran itu ilegal.
"Ini tinggal diuji panggil saja Denny JA. Tanya dia dapat uang dari siapa. Tanya dari mana uangnya," ujarnya.
Denny JA juga harus dipertanyakan apa betul sebuah biro sosial tapi bisa ribuan kali beriklan. "Dulu juga dia (Denny) ada di kami. Iklan itu diulang-ulang dan memakan biaya miliaran," imbuhnya.
Ia menegaskan tidak mungkin Denny JA menghambur-hamburkan uang untuk iklan ilegal. Oleh karenanya, pembenaran ini harus dibuktikan kepada publik. [ikl/bar]