INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (3/7) ditutup naik 9,55 poin (0,46%) ke level 2.075,3 karena penurunan BI rate sesuai dengan ekspektasi pasar menjadi 6,75%.
Hal itu dikatakan oleh analis saham dari BNI Securities, Ahmad Nurcahyadi kepada INILAH.COM, Jumat (3/7). "Dengan penurunan BI rate sebesar 25 bps menjadi 6,75% membuat sentimen positif bursa Indonesia sehingga membuat investor masuk lagi," katanya.
Sentimen positif dari dalam negeri ini mampu meredam tekanan yang berasal dari bursa global dan sebagaian bursa regional. Walaupun penguatan IHSG tidak dapat naik secara tajam tetapi hanya tipis saja. Hal ini menahan aksi ambil untung yang biasanya terjadi pada akhir pekan.
Untuk volume perdagangan mencapai 3, 83 miliar lot saham senilai Rp 2,6 triliun dengan 82 saham naik, 93 saham turun serta 65 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 2,72 poin ke 404,83 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,4 poin ke 332,65.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik 400 poin ke 8.600, Indosat (ISAT) naik 300 poin ke 5.500, Astra International (ASII) naik 200 poin ke 23.450, Semen Gresik (SMGR) naik 200 poin ke 5.250, Gudang Garam (GGRM) naik 150 poin ke 12.400, United Tractors (UNTR) naik 150 poin ke 10.050, PP London Sumatera (LSIP) naik 150 poin ke 6.000, Indika Energy (INDY) naik 150 poin ke 2.450.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun 250 poin ke 7.200, Smart (SMAR) turun 200 poin ke 3.125, Bayan Resources (BYAN) turun 200 poin ke 5.200, Unilever Indonesia (UNVR) turun 150 poin ke 9.850, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun 150 poin ke 11.400, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 150 poin ke 19.550, Astra Otoparts (AUTO) turun 100 poin ke 3.150, Adira Dinamika Multi Financce (ADMF) turun 50 poin ke 3.500, Bank Central Asia (BBCA) turun 50 poin ke 3.675. [hid/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !