inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Wajar SBY Tak Akui Denny JA'

Headline
Arbi Sanit - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Rafiqa Qurrata A'yun
Jumat, 3 Juli 2009 | 16:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - SBY dinilai wajar tak akui iklan Gerakan Satu Putaran (Gestapu) Pilpres. Sebab Denny JA, meski mengaku sudah dapat izin dari SBY, bukan dari tim kampanye atau tim sukses SBY-Boediono.

"Yang masang iklan itu kan Denny JA, dan dia bukan tim sukses. Jadi ya wajar (tidak diakui). Kalau bukan tim sukses ya berarti bukan SBY," kata pengamat politik UI Arbi Sanit kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (3/7).

Arbi menilai, tidak ada masalah dengan iklan Gestapu tersebut. Secara scientific, iklan yang menyampaikan hasil survei juga bukan hal yang harus dipersoalkan.

"Kalaupun ada masalah, berarti itu masalah yang masang iklan. Kalau memang ada pelanggaran dalam muatan iklannya, dianggap tidak sesuai Undang-Undang Pilpres, ya biar Bawaslu yang bekerja." ujarnya.

Iklan Gestapu Pilpres disosialisasikan oleh Denny JA untuk memenangkan SBY-Boediono. Dalam iklan tersebut, Denny JA mengajak masyarakat untuk berhemat Rp 4 triliun. Jusuf Kalla menilai sosialisasi Gestapu tidak demokratis, sebab hanya dihargai sebatas uang. SBY dalam debat capres Kamis malam membantah bahwa iklan tersebut bukan dari pihaknya. [fiq/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
kardiman @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 22:06 WIB
Berbohong kok tidak anggap wajar?
Fans Prof Slamet Iman Santoso. @ Jumat, 3 Juli 2009 | 17:25 WIB
Harim in telah bertambah 1 (satu) orang pelacur intelektual, Arbi Sanit.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.