Senin, 28 Mei 2012 | 21:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
4 Mahasiswa RI Disiksa Polisi Mesir
Oleh:
web - Jumat, 3 Juli 2009 | 16:36 WIB
INILAH.COM, Pekanbaru - Empat mahasiswa Indonesia menjadi korban penyiksaan polisi Mesir di Kairo. Dan kini mereka masih terguncang jiwanya cukup berat dan mengalami trauma.

Kabar penyiksaan ini disampaikan salah satu keluarga korban penyiksaan, Roudhatul Firdaus. Roudhatul adalah kakak dari Faturrahman (23), mahasiswa tingkat IV di Universitas Al Azhar asal Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Tiga korban lainnya adalah Ahmad Yunus yang juga mahasiswa tingkat IV asal Kecamatan Bangun Purba, Azril mahasiswa tingkat I asal Rokan IV Koto, dan Tasrih Sugandi mahasiswa tingkat I asal daerah SP4.

"Mereka semua kini masih trauma akibat penangkapan dan penyiksaan polisi Mesir," kata Roudhatul di Pekan Baru, Jumat (3/7).

Faturrahman berencana pindah rumah karena ketakutan. Bahkan dua mahasiswa tingkat satu yang menjadi korban penganiayaan ingin pulang ke Indonesia.

Roudhatul mengungkapkan, keluarga yakin Faturrahman tidak terlibat bersalah dan menjadi korban kekerasan polisi karena dia dikenal sebagai alim.

"Setahu saya, dia (Fatturrahman) tidak pernah ikut organisasi garis keras. Dia selama ini hanya ikut organisasi pelajar asal Riau dan perkumpulan sesama orang Sumatera," tambahnya.

Keempat mahasiswa itu ditahan polisi Mesir (Amni Daulah) dari 28 Juni hingga 1 Juli, setelah ditangkap di rumah kontrakannya di Kairo pada 28 Juni sekitar pukul 02.30 waktu setempat.

Keempatnya mendapat perlakuan semena-mena selama penahanan seperti ditelanjangi, ditutup matanya, dipukuli dan disetrum. Mereka juga tidak sekalipun diberi makan selama tiga hari ditahan, dan harus membeli dari dalam tahanan dengan uang sangat terbatas. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Muhammad T
Selasa, 7 Juli 2009 | 06:02 WIB
Assalaamu'alaikum Warahmatullah. Kasus penangkapan dan penganiayaan terhadap mahasiswa asing sudah sangat sering terjadi di Mesir,hanya saja kasus tersebut mampu ditutupi oleh pemerintah Mesir,karena semua media lokal yang berani menentang atau membuka aib pemerintah,akan langsung dibredel dan tidak akan bisa muncul lagi.Kasus yang menimpa 4orang saudara kami(mahasiswa Universitas Al Azhar Asysyarif Kairo) baru-baru ini merupakan salah satu dari kasus yang terangkat kepermukaan dan diketahui oleh publik,khususnya Indonesia.Beberapa tahun sebelumnya,juga pernah terjadi kasus seperti ini,tapi tidak sampai diketahui oleh media massa. Pemerintah Indonesia baik yang didalam maupun yang diluar negeri harus benar-benar serius menyelesaikan masalah ini,karena tragedi ini merupakan sebuah kasus penganiayaan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam,kemanusiaan,Pancasila.Jangan biarkan kezholiman meraja lela.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.