Senin, 28 Mei 2012 | 21:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'SBY Tahu Iklan Gestapu Salah'
Headline
SBY - inilah.com/ Wirasatria
Oleh: Rafiqa Qurrata A'yun
web - Jumat, 3 Juli 2009 | 16:55 WIB
INILAH.COM, Jakarta - SBY dianggap sudah tahu iklan pilpres satu putaran adalah iklan yang salah dan mengganggu proses demokrasi. Itu sebabnya, SBY tidak mau mengakui iklan yang dibuat Denny JA, meski telah mendapat izin dari dirinya.

"Sikap SBY itu tidak konsisten. Semua orang sudah tahu itu iklan SBY. Kenapa SBY tidak mengakui? Karena dia tahu itu salah. Salahnya, dalam iklan itu rakyat dipaksa untuk meyakini bahwa pilpres akan satu putaran," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Tjipta Lesmana kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (3/7).

Menurut Tjipta, SBY sebenarnya telah paham bahwa materi iklan tersebut dapat mengganggu proses demokrasi. Itulah yang diduga Tjipta menjadi alasan SBY menyangkal iklan yang menurut Denny telah diketahui SBY.

Tjipta menilai sikap SBY yang manggut-manggut saat JK mempertanyakan legalitas iklan tersebut itu berarti SBY secara tidak langsung mengiyakan pernyataan JK.

"Kalau SBY gentleman, dia harus perintahkan pada jajarannya, tim kampanyenya, iklan itu harus segera dihentikan. Iklan itu kan dipaksakan, mencerminkan ketakutan kalah. Makanya digembar-gemborkan, apalagi dengan alasan untuk mengirit," imbuhnya. [fiq/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.