INILAH.COM, Sumenep - Tim SBY-Boediono bergerilya membantah isi selebaran terkait istri Boediono, Herawati. Namun diakui pula selebaran SARA itu menaikkan popularitas SBY-Boediono.
"Itu tidak akan berpengaruh sama sekali. Bahkan, kami menilai popularitas SBY-Boediono semakin naik, setelah selebaran bernuansa SARA tersebut beredar di warga," kata Koordinator Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono Wilayah Madura, Achsanul Qosasi di Sumenep, Jumat (3/7).
Ia menjelaskan, secara pribadi dan kelembagaan, pihaknya menyayangkan tindakan oknum yang telah menyebarkan selebaran bernuansa SARA tersebut.
"Selebaran tersebut juga sudah beredar di Madura. Itu sangat tidak mendidik dan menodai proses demokrasi yang sedang berjalan sekarang ini," ujarnya menambahkan.
Qosasi menjelaskan, selebaran bernuansa SARA yang sekarang menyerang istri Boediono tersebut mengingatkannya pada persoalan serupa pada Pilpres 2004.
"Pada Pilpres 2004, selebaran yang menyebutkan istri SBY beragama Nasrani juga beredar di masyarakat. Namun, fakta membuktikan penyebaran selebaran itu tidak berpengaruh, bahkan SBY yang pada Pilpres 2004 berduet dengan Jusuf Kalla justru keluar sebagai pemenang," tambahnya lagi. [*/ana]