INILAH.COM, Jakarta Energi positif di bursa saham tidak berhasil mencapai pasar valas, hingga rupiah akhir pekan ini masih terkoreksi. Namun pemangkasan BI rate mampu menahan keterpurukan rupiah lebih lanjut.
Kurs rupiah di pasar spot valas antarbank Jakarta, Jumat (3/7) ditutup melemah 5 poin terhadap dolar AS menjadi 10.225/10.235, dibanding posisi kemarin di level 10.220/10.240. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah menguat 20 poin (0,19%) ke level 10.192 per dolar AS.
Pengamat valuta asing dari Bank Century, Aruman mengatakan rupiah di awal perdagangan dibuka melemah ke level 10.280/10.300/US$. Sentimen pemangkasan suku bunga BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,75%, memberi dorongan naik pada rupiah di sesi dua, meskipun tidak bisa menghantar penguatannya. "Akhirnya rupiah ditutup melemah tipis ke level 10.225/10.235 meskipun masih menguat dibanding sesi awal," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (3/5).
Menurutnya, setelah BI rate diumumkan turun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa Indonesia kembali terangkat, koreksi rupiah pun tertahan. Pelaku pasar menafsirkan pemangkasan BI rate sebagai indikasi perbaikan ekonomi sehingga mereka menanggapi positif.
"Respon ini terefleksi dengan penutupan indeks yang naik tipis 8,90 poin ke angka 2.074, ujarnya. "Namun, penguatan mata uang lokal ini tidak mampu melampaui angka penutupan kemarin di 10.220."
Koreksi rupiah juga terjadi dipicu penguatan dolar AS terhadap mata uang kuat. Dolar menguat menyusul rilisnya data Non-Farm Payroll (tingkat pengangguran di AS) bulan Juni yang mencapai 9,5%, angka tertinggi dalam 26 tahun terakhir. Munculnya kekhawatiran pasar bahwa pelambatan ekonomi belum akan pulih, berimplikasi pada rontoknya saham-saham di Wall Street.
Pada saat yang sama, terjadi peralihan dari pasar modal di AS ke pasar uang sehingga dolar menguat terhadap mata uang utama.
"Itu yang menjadi alasan rupiah melemah tipis," pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini ditransaksikan di level 8.167 terhadap dolar Australia, di angka 14.342 atas mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan di level 7.065 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu mata uang kawasan terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melandai 0,007% menjadi 95.952, rupee India terdongkrak 0,03% menjadi 47.935, dolar Hong Kong turun 0,0008% ke level 7.750, dolar Singapura naik 0,07% menjadi 1.452, dolar Australia terkoreksi 0,65% ke angka 0.799, dan dolar Taiwan terangkat 0,08% terhadap dolar AS ke level 32.8770
Sedangkan dolar New Zealand terdepresiasi 0,81% ke posisi 0.633, won Korsel terapresiasi 0,29% ke angka 1.265, yuan China merambat turun 0,01% ke posisi 6.832, baht Thailand terkerek naik 0,007% ke angka 34.097, peso Filipina menanjak 0,11% ke posisi 48.095, dan ringgit Malaysia terdepak 0,17% ke level 3.526/US$. [E2/L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !