INILAH.COM, Jakarta - Jusuf Kalla mengkhawatirkan jika wacana Pilpres Satu Putaran terus didengungkan, pada 2014 tidak akan ada Pilpres demi penghematan Rp 25 triliun. Menurut Denny JA, hal itu hanya joke Jusuf Kalla.
"Pernyataan JK hanya bersifat joke karena dalam UUD 1945 telah ditetapkan bahwa pilpres diadakan setiap lima tahun sekali," kata Denny JA di Jakarta, Jumat (3/7).
Terkait iklan Gerakan Satu Putaran (Gestapu) Pilpres yang diwacanakannya, Denny JA menyebutnya sebagai hak warga negara. Berdasarkan konvensi di negara yang telah maju demokrasinya, seperti Eropa dan AS, iklan tentang pemilu dan pilpres untuk mendukung capres tertentu adalah hal biasa. sehingga dia berharap masyarakat Indonesia juga ikut aktif mengajukan iklan politik.
Denny juga menyarankan agar DPR dan pemerintah dapat menyempurnakan UU tentang pemilu legislatif, pilpres dan pilkada yang memungkinkan semua pemilu hanya berlangsung satu putaran saja. Dengan begitu akan ada penghematan biaya triliunan rupiah serta mencegah kemungkinan terjadi konflik antar pendukung.
Menanggapai rencana gugatan dari tim sukses capres tertentu kepada Bawaslu atas iklan pilpres satu putaran itu, Deny JA yang juga direktur eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) siap menghadapinya di pengadilan. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat mengetahui tentang siapa yang benar dari segi hukum yang berlaku di Indonesia. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !