inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Denny JA: Tak Ada Pilpres 2014 Joke

Headline
Denny JA - Foto/ Subekti
Oleh:
Jumat, 3 Juli 2009 | 19:06 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Jusuf Kalla mengkhawatirkan jika wacana Pilpres Satu Putaran terus didengungkan, pada 2014 tidak akan ada Pilpres demi penghematan Rp 25 triliun. Menurut Denny JA, hal itu hanya joke Jusuf Kalla.

"Pernyataan JK hanya bersifat joke karena dalam UUD 1945 telah ditetapkan bahwa pilpres diadakan setiap lima tahun sekali," kata Denny JA di Jakarta, Jumat (3/7).

Terkait iklan Gerakan Satu Putaran (Gestapu) Pilpres yang diwacanakannya, Denny JA menyebutnya sebagai hak warga negara. Berdasarkan konvensi di negara yang telah maju demokrasinya, seperti Eropa dan AS, iklan tentang pemilu dan pilpres untuk mendukung capres tertentu adalah hal biasa. sehingga dia berharap masyarakat Indonesia juga ikut aktif mengajukan iklan politik.

Denny juga menyarankan agar DPR dan pemerintah dapat menyempurnakan UU tentang pemilu legislatif, pilpres dan pilkada yang memungkinkan semua pemilu hanya berlangsung satu putaran saja. Dengan begitu akan ada penghematan biaya triliunan rupiah serta mencegah kemungkinan terjadi konflik antar pendukung.

Menanggapai rencana gugatan dari tim sukses capres tertentu kepada Bawaslu atas iklan pilpres satu putaran itu, Deny JA yang juga direktur eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) siap menghadapinya di pengadilan. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat mengetahui tentang siapa yang benar dari segi hukum yang berlaku di Indonesia. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Muchlis Achmad Tahier @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 23:54 WIB
Assalamu Alaikum Wr.Wb... ... ... Saya melihat gaya pak SBY ini persis dengan gaya AMrik SEPERTI GAYA obama,Dan bapak DENI JA sebagai ketua LSI Seharusnya anda berpihak kepada rakyat karna yang anda ketuai itu adalah lembaga yang memberikan informasi kepada Rakyat ada berapa banyak suara yang terkumpul di setiap calon2,dan seharusnya lembaga anda di ganti saja menjadi tim sukses...maaf bila ada kata yang salah ... ... Dan kami sebagai Rakyat jelata pengen seperti bapak,cerdas...Wassalam.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.