INILAH.COM, Washington Mantan Presiden Irak Saddam Hussein ternyata menganggap ancaman Iran jauh lebih berbahaya dibandingkan Amerika Serikat. Sebab, Iran dinilainya memiliki persenjataan berbahaya tanpa ada pihak yang berani melarangnya.
Hal itu, seperti dilansir CNN, Jumat (3/7), terungkap lewat interogasi yang dilakukan agen khusu FBI George L Piro, saat Saddam tertangkap pasukan AS pada 2004. Dalam dokumen yang dirilis FBI itu disebutkan, saat diinterogasi, Saddam meyakini bahwa Iran adalah ancaman sangat serius.
Di antaranya, karena menolak tim inspeksi PBB untuk memeriksa persenjataan mereka. Saddam percaya bahwa jika tim PBB diizinkan masuk, mereka akan menemukan rencana Iran untuk menyerang Irak.
Sebab, dia meyakini bahwa Iran juga memiliki niat mencaplok bagian selatan wilayah Irak. Sehingga, Saddam lebih menakutkan perhatian Iran terhadap kelemahan negaranya dibandingkan ancaman AS dan komunitas internasional.
Juru bicara FBI Paul Bresson menolak menomentari dokumen yang dibeberkan itu. Peraturan utama kami, FBI dilarang mendiskusikan dokumen. Kami hanya membuat agar informasi itu tetap pada jalurnya, ucapnya. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !