INILAH.COM, Jakarta - Dua dari enam perampok taksi ditembak petugas Polsek Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (3/07) dini hari.
Kedua pelaku yang dilumpuhkan dengan timah panas masing-masing bernama Udin alias Mamang dan Ipang. Sedangkan keempat pelaku lainnya yang berhasil diamankan yaitu Zulheri alias Kamba, Dasril alias Des, Zulherwan Putra alias Datuk
dan Dede Sulaeman alias Ade.
Kapolsek Tebet Kompol Yopie Sepang mengatakan para pelaku telah beraksi puluhan kali. Wilayah sasaran di Jakarta Selatan diantaranya di Jalan Ambasador, HR Rasuna Said, Margasatwa, Pangkalan Jati dan Cilandak Sementara di wilayah Jakarta Pusat, pelaku kerap beraksi di Jalan Mangga Dua dan Perempatan Harmoni. Cawang-UKI dan Jatinegara menjadi daerah operasi di Jakarta Timur dan sesekali bermain di Jalan Bintara, Bekasi, Jawa Barat.
"Beraksinya biasanya sore dan malam hari dengan sasaran kebanyakan wanita karir yang baru pulang kerja," kata Kapolsek.
Berdasarkan catatan kepolisian, komplotan ini pernah merampok salah seorang karyawati bernama Udiyana Parwati (22), di Jalan Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam laporannya, wanita yang tercatat sebagai warga Jalan Industri III Dalam RT07/014, Pedemangan, Jakarta Utara ini mengaku kehilangan uang Rp 3,7 juta, dan satu buah handphone dalam peristiwa perampokan di dalam taksi tersebut.
Korban lain yaitu Listyani Soeharyo, 20, warga Jalan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur yang harus merelakan uang tunai 10 juta rupiah dan perhiasan seberat 10 gram serta tiga buah handphone-nya, karena peristiwa yang sama.
"Dari laporan para korban, kami berhasil menangkap mereka," ungkapnya.
Kapolsek menjelaskan pelaku yang pertama kali ditangkap adalah Zulheri alias Kamba di Jalan Margasatwa, Cilandak, Jakarta Selatan. Petugas yang melakukan pengembangan, kemudian membekuk lima pelaku lainnya di Jatinegara, Jakarta Timur dan Jalan Bintara, Bekasi.
"Dua pelaku terpaksa kita tembak, karena berusaha melarikan diri saat penangkapan berlangsung," ujar Yosie.
Lebih jauh dirinya menuturkan, keenam tersangka yang berhasil ditangkap ini terdiri dari dua kelompok yakni kelompok Datuk dan Kamba. Dalam aksinya, kelompok Datuk umumnya menggunakan taksi warna putih, sedangkan Kamba kerap memakai taksi berwarna biru.
"Taksi yang mereka gunakan biasanya disewa dari rekannya yang berprofesi sebagai sopir taksi. Harga sewanya berkisar 200 hingga 300 setiap beraksi. Sopir tembaknya adalah Datuk dan Dasril alias Des," imbuhnya.
Kanit Reskrim Polsek Tebek, Iptu Nurdin menceritakan modus yang mereka lakukan adalah dengan mencari penumpang wanita. Di tengan perjalanan sang sopir berpura-pura memberhentikan mobil dengan alasan memeriksa ban. Dua tersangka lain yang berperan mengikuti sejak awal selanjutnya naik ke dalam taksi dan mengapit korban.
"Korban kemudian diajak berputar-putar. Dengan ancaman senjata tajam, korban diperas. Pelaku lalu menurunkan korban di tempat sepi setelah berhasil merampas harta korban," ujarnya. [bar]