Jumat, 25 Mei 2012 | 20:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'JK Tokoh Perdamaian Indonesia'
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Windi Widia Ningsih
web - Sabtu, 4 Juli 2009 | 00:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kontribusi capres Jusuf Kalla terhadap perdamaian di daerah-daerah konflik di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Atas dasar itu, JK diganjar sebagai 'Tokoh Perdamaian dan Persatuan Bangsa'.

"Kami memitipkan amanah dan menitipkan suara-suara kami untuk digunakan dalam membangun bangsa ini," kata Ketua Forum Nasional Arab Indonesia Yahya Al Katirin, di Jakarta, Jumat (3/7).

Menurut Yahya, Forum Nasional Arab Indonesia bersepakan memilih pemimpin yang egaliter, jujur dan dekat kepada rakyatnya. Mendapatkan penghargaan tersebut, JK mengucapkan terima kasih telah diberikan kepercayaan sebagai 'Tokoh perdamaian dan persatuan Bangsa.

Capres yang diusung Partai Golkar dan Hanura ini, berjanji bersama dengan cawapres Wiranto akan berkerja keras membangun bangsa. "Saya dan Pak Wiranto di sini tidak mencari kepentingan pribadi dan kemuliaan. Tapi saya mencari kemulian dan kepentingan untuk bangsa," tutur JK.

JK yang juga Wakil Presiden ini mengatakan, dirinya tidak pernah membeda-bedakan suku apapun. Baik itu Arab, Bugis dan Batak. "Saya tidak pernah mendengar orang Arab itu non pribumi. Kita ini tidak ada lahir dari keturunan apapun, tapi kita ini bangsa Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya sekitar 100 orang perwakilan Federasi Serikat Pekerja Farmasi Dan Kesehatan Reformasi juga datang menemui JK di Posko Slipi II, Jl Ki Mangunsakoro untuk memberikan dukungan.

"Kami mendukung pasangan nusantara sebagai capres Jusuf Kalla dan cawapres Wiranto untuk menjadi presiden dan wakil presiden periode 2009-2014," ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Farmasi Dan Kesehatan Reformasi Leila Gentjana. [win/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Ariel
Sabtu, 4 Juli 2009 | 13:11 WIB
Orang yang menggadaikan negaranya dan menjadi antek asing tidak layak dikasihani. Inilah pernyataannya bahwa Amerika adalah negara keduanya dengan semua kekuranngannya. Termasuk menghinvasi negara2 Islam berrati SBY setuju, relevankah PKS meminta garansi pembelaan SBY terhadap Palestina??? I love the United States, with all its faults. I consider it my second country http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg81596.html
Pemuda Muhammadiyah
Sabtu, 4 Juli 2009 | 09:39 WIB
Layak disebut JK Mandela Indonesia Lebih Cepat Lebih baik...
Tofeba
Sabtu, 4 Juli 2009 | 03:01 WIB
hahaha... kok cuma JK mulu sih yg dapat penghargaan, kacian tuh sby.. hasil dari kerja tulus JK kLe ye..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.