Andi Mallarangeng rupanya harus menuai protes dari apa yang diucapkannya ketika melakukan kampanye bersama cawapres Boediono di Makassar. Sebab statement politik Andi jelas-jelas menyinggung tak hanya masyarakat beretnis Bugis, tapi juga etnis lain.
Tak heran, bila berbagai kecaman dan demonstrasi langsung digelar oleh mahasiswa dan ormas-ormas lainnya sebagai bentuk protes kepada anggota tim pemenangan SBY-Boediono itu. Mereka bahkan mendesak agar Andi Mallarangeng dipecat dari kader Partai Demokrat.
Menyikapi hal itu, Ketua Umum Jaringan Kerjasama Indonesia (JK Indonesia), M Ali Ahmad, mengatakan sebaiknya Andi Mallarangeng segera meminta maaf dan berintrospeksi diri. Ini penting agar mereka tidak mengulangi kasus bernuansa SARA yang berkepanjangan dan menimbulkan konflik.
Pernyataan Andi itu sudah menjurus ke salah satu suku. Tidak bisa ia melarang orang untuk menjadi presiden. Lagi pula, kalau orang Sulawesi Selatan maupun suku lainnya itu mempunyai kemampuan untuk menjadi presiden, kenapa tidak?
Kalau Andi mengatakan Pak Jusuf Kalla tidak cocok untuk jadi presiden, itu oke-oke saja. Tapi disini ia (Andi) mengatakan atas nama masyarakat putra-putri Sulawesi Selatan. Itu tidak benar.
SBY sudah membangun citra politik Demokrat yang bagus. Jadi, jangan mau dirusak oleh salah satu tim pemenangan SBY sendiri. Kalau Ruhut Sitompul saja bersedia meminta maaf atas pernyataannya mengenai etnis Arab, kenapa Andi tidak? Disamping itu, di dalam demokrasi pilpres ini kita seharusnya menyatukan dan merangkul, bukannya mendiskriminasikan golongan tertentu.
Heru Lianto
heru_lianto@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !