INILAH.COM, Jombang - Sejarah telah ditorehkan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Hussein Obama. Karena itu pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Solahudin Wahid mengharapkan sejarah ditorehkan calon presiden Jusuf Kalla.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Solah ini, memilih capres tidak hanya karena menang dan kalah. Tapi merupakan langkah menuju 'menjadi Indonesia', terutama capres yang satu-satunya dari luar pulau Jawa.
"Bagi saya, memilih Jusuf Kalla itu penting, salah satunya karena dia berasal dari luar Jawa. Ini penting bagi proses ke-Indonesia-an ke depan, bahwa presiden itu bukan hanya dari suku Jawa," kata Gus Solah di Jombang, Jawa Timur, Rabu (1/7).
Gus Solah sepakat, jika JK terpilih, maka ini sedikit-banyak mengingatkan orang pada fenomena terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat. "Walau tidak persis sekali," ujar adik kandung KH Abdurrahman Wahid ini.
Barack Obama adalah orang kulit hitam pertama yang terpilih sebagai presiden di AS. Ratusan tahun sejarah AS, presiden biasanya berkulit putih.
Ia menjelaskan, selama ini presiden Indonesia didominasi dari pulau Jawa. Dari enam orang presiden yang tercatat dalam sejarah, hanya ada nama Baharuddin Jusuf Habibie yang berasal dari Makassar. Itu pun dia hanya mengawal proses transisi demokrasi, setelah menggantikan Soeharto yang lengser pada Mei 1998.
Jika etnis Jawa mendominasi kursi presiden, posisi wakil presiden justru didominasi etnis non Jawa. Dari 10 wakil presiden Indonesia, 6 di antaranya bukan orang Jawa. Umar Wirahadikusumah berasal dari pulau Jawa, namun ia beretnis Sunda. [beritajatim.com/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !