INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Nasional Setuju Satu Putaran Saja, Denny JA mengaku mendapat izin dari SBY untuk membuat iklan pilpres satu putaran dengan memampang foto capres nomor urut 2 itu. Bahkan SBY terkesima dengan iklan tersebut.
"SBY memang terkesima, tapi ini benar-benar bukan iklan dari SBY. Ini iklan dari kami atas nama masyarakat yang menginginkan pilpres berlansung satu putaran demi menghemat Rp 4 triliun," ujar Denny kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (4/7).
Menurut Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ini, iklan tersebut dibuatnya dengan pertimbangan hasil survei LSI yang menunjukkan sekitar 80% masyarakat Indonesia menginginkan pilpres satu putaran saja. "Iklan satu putaran ini adalah iklan gerakan aspirasi masyarakat yang ingin menyukseskan pilpres berlangsung satu putaran," katanya.
Denny juga mengatakan, SBY mengetahui kalau iklan itu akan dibuat. Bahkan SBY mengizinkannya untuk membuat iklan itu dan memampang fotonya bersama Boediono dalam iklan baik di media cetak maupun di media elektronik.
"Pak SBY dan Partai Demokrat memang tidak dalam kapasitas melarang atau tidak, tapi sebelum iklan itu dirilis memang saya beritahukan ke Pak SBY dan dia mengizinkan saya memakai fotonya," ungkap Denny.
Sebelumnya, dalam debat final yang membahas soal 'NKRI, Demokrasi dan Otonomi Daerah', JK mengkritik iklan ajakan pilpres satu putaran karena pertimbangan menghemat Rp 4 triliun. Menurut JK, demokrasi tak bisa dinilai dengan uang. SBY yang merasa tersentil langsung buru-buru mengklarifikasi bila iklan tersebut bukan merupakan iklan miliknya.
Pernyataan SBY langsung disambut sengit oleh JK dengan mengajukan pertanyaan, "Jadi iklan itu ilegal, iklan itu bukan milik bapak kan?" mendengar pertanyaan itu pun SBY langsung terdiam menundukkan kepalanya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !