inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Denny JA: SBY Terkesima Iklan 1 Putaran

Headline
Denny JA - inilah.com /Dokumen
Oleh: Raden Trimutia Hatta
Sabtu, 4 Juli 2009 | 08:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Nasional Setuju Satu Putaran Saja, Denny JA mengaku mendapat izin dari SBY untuk membuat iklan pilpres satu putaran dengan memampang foto capres nomor urut 2 itu. Bahkan SBY terkesima dengan iklan tersebut.

"SBY memang terkesima, tapi ini benar-benar bukan iklan dari SBY. Ini iklan dari kami atas nama masyarakat yang menginginkan pilpres berlansung satu putaran demi menghemat Rp 4 triliun," ujar Denny kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (4/7).

Menurut Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ini, iklan tersebut dibuatnya dengan pertimbangan hasil survei LSI yang menunjukkan sekitar 80% masyarakat Indonesia menginginkan pilpres satu putaran saja. "Iklan satu putaran ini adalah iklan gerakan aspirasi masyarakat yang ingin menyukseskan pilpres berlangsung satu putaran," katanya.

Denny juga mengatakan, SBY mengetahui kalau iklan itu akan dibuat. Bahkan SBY mengizinkannya untuk membuat iklan itu dan memampang fotonya bersama Boediono dalam iklan baik di media cetak maupun di media elektronik.

"Pak SBY dan Partai Demokrat memang tidak dalam kapasitas melarang atau tidak, tapi sebelum iklan itu dirilis memang saya beritahukan ke Pak SBY dan dia mengizinkan saya memakai fotonya," ungkap Denny.

Sebelumnya, dalam debat final yang membahas soal 'NKRI, Demokrasi dan Otonomi Daerah', JK mengkritik iklan ajakan pilpres satu putaran karena pertimbangan menghemat Rp 4 triliun. Menurut JK, demokrasi tak bisa dinilai dengan uang. SBY yang merasa tersentil langsung buru-buru mengklarifikasi bila iklan tersebut bukan merupakan iklan miliknya.

Pernyataan SBY langsung disambut sengit oleh JK dengan mengajukan pertanyaan, "Jadi iklan itu ilegal, iklan itu bukan milik bapak kan?" mendengar pertanyaan itu pun SBY langsung terdiam menundukkan kepalanya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
8 Komentar
JEKO @ Senin, 6 Juli 2009 | 18:56 WIB
Dulu kagum sama Deny JA saat jadi aktivis forum studi dan peneliti... lama-2 kok mata duitan, jadi ilmuwan tukang... jadi centeng penguasa berkedok konsultan. Apakah Phd sekarang memang begitu ya, ada yang jadi tim sukses, tapi tidak lebih dari pelayan majikan... budak intelek (lihat tuh pada saat jeda debat capres, apa yang dilakukan anggota timses.... persis 'pelayan-2' alias jongos!!! para capres, terutama SBY>
aladin @ Minggu, 5 Juli 2009 | 19:54 WIB
kalau memang yakin menang, berdasar hasil survey 80%, ngapain pakai diiklanin segala 1 putaran, sudah saja biaya iklannya untuk sumbang lapindo pasti tambah naik tuh elektabilitasnya..daripada buang uang milyaran untuk sesuatu yang sudah pasti (menurutnya)...berarti hanya ada 2 kemungkinan, tidak yakin atas surveynya atau menjilat...
Asep Mulyana @ Minggu, 5 Juli 2009 | 14:02 WIB
Denny JA itu penuh sandiwara, pemilih SBY kebanyakan org yang sentimentil... tidak oepn minded, sayangnya org seperti ini mayoritas di Indonesia. Meskipun SBY menang, buat saya JK yang terbaik (tapi saya bukan orang golkar lho).
@ Sabtu, 4 Juli 2009 | 13:23 WIB
Dodii dodiiiii pembelaan apa lagi yg kau mau berikan ke capresmu itu. Banyak2lah membaca ulasan2 penulis, pengamat, nonton tv. liat tuh pengamat politik dibarisan pendukung SBY, kelabakan cari alasan pembenaran membela SBY. Mereka bekerja untuk apa???????? Kalo bukan uang ya kekuasaan
jazadi @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 12:13 WIB
Menurut saya, bukan pada tempatnya lembaga survei melakukan ajakan, kepada siapa pun. Sesuai fungsinya, lembaga survei harusnya hanya ''memotret'' realitas dari obyek yang disurvei. Seperti pers yang berfungsi sebagai cermin.
dodi @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 10:21 WIB
Km rakyat kecil setuju dengan Mas Deni, pilpres cukup satu putaran sj siapapun pemenangnya. Kalo di iklan itu dipasang foto pak JK pasti beliau malu krn seluruh hasil survey kan bilang pak SBY menang
Anti Munafikun @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 09:59 WIB
Kok tidak ngakui yach..padahal di restui..inikah pemimpin yang kita cari lepas tanggung jawab ..dan tidak kesatria..apa salahnya bilang itu salah satu strategi kampenye kami.. Janganlah kita menjadi seorang yang Munafik karena dan demi kekuasaan
Avgan @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 09:40 WIB
Biar rakyat yg menilai.. SBY yang berbohong atau Denny JA yang berbohong. Atau kedua-duanya?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.