INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Andi Mallarangeng adalah rentetan kecelakaan politik yang sering dilakukan tim kampanye nasional SBY-Boediono. Hal itu karena capres nomor urut dua tersebut terlalu percaya pada orang yang belum terlalu matang dalam politik.
"Itu adalah kecelakaan politik. Apalagi orang-orang yang baru berada di pentas politik dan panggung politik," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry kepada INILAH.COM di Jakarta, Seabtu (4/7).
Menurut kandidat doktor dari University Sains Malaysia (USM) Penang ini, politik tidak hanya menyabet titel doktor dan menguasai ilmu politik dengan baik. Tapi politik juga mengandalkan seni (The Art of Politics).
"Seni itu tidak ada dalam teks book, butuh kematangan, kebijakan, keluasan wawasan. Orang yang baru masuk ke pentas politik sering keseleo. Apalagi punya karakter keras, peluangnya keseleonya besar," terang mantan peneliti Pusat Studi Demokrasi (PSD).
Ia menjelaskan, kondisi sekarang yang sekarang ini terjadi, tidak lain merupakan keselahan SBY. Capres yang diusung 24 parpol tersebut, dianggap terlalu memberikan ruang yang besar kepada orang yang muda dan belum matang dalam politik ke posisi strategis.
"Harusnya dipertimbangkan secara matang-matang sikap dan prilaku yang tidak kontraproduktif tersebut dalam berpolitik," tandas Umar. [jib]