INILAH.COM, Jakarta - Pilpres 2009 terancam akan terjadi sama seperti Pemilu legislatif yang penuh kecurangan dan kekurangan. Sebab, H-4 jelang pencontrengan karut marut DPT dan logistik pemilu belum terselesaikan.
"Dari catatan kami DPT masih jadi masalah utama. Beberapa laporan panwas di daerah masih banyak masyarakat yang tidak masuk DPT dan banyaknya pemilih ganda," ujar anggota Bawaslu Wirdyaningsih di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta (4/7).
Masalah DPT itu masih menjadi karut marut, sambungnya, karena adanya ketidaktransparanan KPU soal DPT. Padahal, Bawaslu sudah mencoba menawarkan diri untuk membantu KPU menyelesaikan masalah DPT ini.
"Masalah yang kedua itu adalah soal logistik yang sampai saat ini di beberapa daerah masih banyak yang belum menerima surat suara. Kemungkinan di beberapa daerah akan tidak melaksanakan kampanye serentak," katanya.
Wirdyaningsih melanjutkan, permasalahan ketiga menjelang Pilpres 8 Juli mendatang ini adalah proses pungut hitung suara di hari H.
"Formulir C1 dalam proses pungut hitung itu tidak mudah di dapatkan. Jangan sampai itu jadi benda siluman. Ini yang benar-benar perlu diperbaiki," imbuhnya. [mut/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !