INILAH.COM, Jakarta - Saat menjamu 3 ribu jamaah zikir dan pengajian di kediamannya, SBY mengaku diganggu ilmu sihir. Namun pengakuan SBY itu dinilai tim JK Win sebagai bentuk strategi pencitraan melankolis yang selalu digunakan SBY dalam kampanye.
"Ah itu lagu lama itu. Kita sangat menyayangkan hal itu diucapkan dari seorang intelektual dan seorang muslim yang baik seperti Pak SBY," ujar Jubir Tim JK Win, Poempida Hidayatullah, di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (4/7).
Menurut Poempida, sebagai pemimpin sekaligus muslim yang baik, tak seharusnya SBY mengungkapkan dirinya terkena sihir seperti itu. Karena hal itu memang sulit untuk dibuktikan siapa yang melakukan.
"Dan saya kira memang tidak ada yang berpikiran melakukan hal seperti itu untuk menjatuhkan SBY. Seharusnya SBY tidak perlu berpikiran diserang oleh ilmu sihir. Kayaknya dia ingin terlihat seperti dizalimi lagi dengan diserang ilmu sihir," cetus Poempida.
Dalam pidatonya di hadapan 3 ribu peserta zikir dan pengajian pada Jumat 3 Juli malam, SBY mengatakan selama pilpres ini dirinya terus diganggu oleh ilmu-ilmu sihir. Bahkan saat debat capres final pun SBY dan keluarga sempat diganggu, namun berhasil dilawannya dengan zikir. [mut/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !