INILAH.COM, Jakarta - SBY kembali menggunakan strategi melankolis. Jika dulu SBY seolah-olah dizalimi, kini dengan mengatakan dirinya diserang ilmu sihir. Tim Mega Pro pun menilai SBY menggunakan cara basi mencari perhatian masyarakat.
"Ya basi dong ah! Masa cara 2004 masih dipakai lagi padahal sudah berkuasa. Kayak sinetron saja," cetus anggota timkamnas Mega-Prabowo, Arif Wibowo, usai diskusi di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (4/7).
Arif mengatakan, seseorang yang sudah menjadi pemimpin biasanya itu adalah orang yang sakti punya ilmu tinggi. Untuk itu dirinya heran bila orang sesakti SBY masih bicara soal diganggu ilmu sihir.
"Kalau sudah jadi presiden itu kan orang sakti, dan orang sakti itu tak mempan kalau disihir. Itu tidak pantas sebenarnya diungkapkan oleh seorang pemimpin sekelas SBY. Karena ungkapan itu provokatif, seolah ada pihak yang menyerang, padahal tidak ada," ketusnya.
Dalam pidatonya di hadapan 3 ribu peserta zikir dan pengajian pada Jumat 3 Juli malam, SBY mengatakan selama pilpres ini dirinya terus diganggu oleh ilmu-ilmu sihir. Bahkan saat debat capres final pun SBY dan keluarga sempat diganggu, namun berhasil dilawannya dengan zikir. [mut/sss]