Jumat, 25 Mei 2012 | 21:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Stt... JK Digosipkan Anti Tionghoa
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/Wirasatria
Oleh:
web - Sabtu, 4 Juli 2009 | 12:23 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Di saat Jusuf Kalla sedang berkampanye di Pamengkasan, beredar gosip JK anti-Tionghoa. Gosip ini beredar dari SMS.

"Kami mengutuk keras kampanye hitam yang ingin menggagalkan dialog kami dengan Capres Jusuf Kalla itu," kata Ketua Komite Tionghoa Indonesia Peduli Pemilu (KTIPP), Hendy Prayogo, di Surabaya, Sabtu (4/7).

Ia menjelaskan KJTIPP merupakan komite independen yang ingin mendorong partisipasi positif dai etnis Tionghoa dalam menunaikan hak dan kewajiban politiknya, termasuk Pemilu Presiden 2009.

"Karena itu, kami sering memfasilitasi parpol dan calon pemimpin untuk bertemu konstituen Tionghoa. Pekan lalu, kami berdialog dengan Cawapres Prabowo Subianto," ujarnya.

Setelah itu, katanya, pihaknya mengundang Capres JK untuk bertemu etnis Tionghoa di Surabaya pada Sabtu (4/7) malam, tapi justru muncul 'gangguan' SMS seperti itu sejak 2-3 hari menjelang acara dengan tujuan untuk memboikot acara dialog KTIPP-JK itu.

Secara terpisah, Ketua Tim Kampanye Daerah (Kamda) JK-Wiranto di Jatim, H Kuswanto, mengaku pasangan JK-Wiranto memang ingin memaksimalkan kampanye putaran terakhir di Jatim pada tanggal 4 Juli.

"Pak Jusuf Kalla sendiri akan marathon ke Pamekasan, lalu melanjutkan perjalan dengan naik helikopter dan dua pesawat Puma ke Bondowoso, Sidogiri (Pasuruan), Tumapel (Malang), dan akhirnya bertemu etnis Tionghoa di Surabaya pada Sabtu malam," paparnya.

Sementara Cawapres H Wiranto, katanya, akan berkampanye di Lamongan, Surabaya, dan bergabung dengan Capres JK di Malang. "Di Surabaya, Pak Wiranto menghadiri apel banser di depan kantor PWNU Jatim yang diikuti 2.500 anggota Banser se-Jatim," imbuhnya. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
WONG JAWA
Sabtu, 4 Juli 2009 | 23:19 WIB
HEIIII...APTA, KALO NGOMONG YG BENER DONK!!! JAMAN GINI MASIH RASIS KAYAK GITU!!! AKU ORANG JAWA, PUNYA TEMEN ORANG TIONGHOA, TAPI MEREKA GAK SEPERTI ITU, JUSTRU MEREKA SELAMA SEBELUM REFORMASI ITU DIKUCILKAN! GAK BOLEH JADI TENTARA, GAK BOLEH JADI PNS, OLEH KARENA ITU MEREKA BERDAGANG,KARENA DISKRIMINASI! OLEH KARENA ITU KITA GAK SEPANTASNYA IRI DENGAN ORG TIONGHOA,JANGANLAH RASIS! INGET LIEM SWIE KING? HENDRAWAN? ALAN BUDIKUSUMA, SUSI SUSANTI?MEREKA ORG TIONGHOA TAPI MEREKA MENGHARUMKAN NAMA INDONESIA, MEREKA LEBIH NASIONALIS DR KAMU APTA!!! JUSTRU BANYAK PEJABAT2 YG ORG PRIBUMI, MALAH KORUPSI BESAR2AN!!!
apta
Sabtu, 4 Juli 2009 | 13:59 WIB
Yang menyebarkan SMS tsb pasti lawan-2 politik JK! Yang menyebar SMS adalah birokrat & pengusaha Tionghoa yang senang melakukan KKN untuk memperbesar kantong & bisnisnya! Pengusaha Tionghoa yang berhasil kebanyakan karena kolusi dengan birokrat pribumi yang senang disogok....! Kenapa pengusaha Tionghoa sampai harus menyogok? Karena selalu dipersulit & tidak diberi ruang untuk hal-2 lain selain berdagang....Itu terjadi sejak zaman Soeharto,jadi yang menyebarkan SMS "hitam" harus melihat sejarah...!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.