inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mahasiswa RI di Mesir Dikira Al-Qaeda

Oleh: Amri Umar
Sabtu, 4 Juli 2009 | 12:30 WIB
INILAH.COM, Pekanbaru - Penyiksaan 4 mahasiswa Indonesia asal Riau oleh polisi Mesir kini ditangani oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo Mesir. Pihak keluarga juga meminta perlindungan Presiden SBY untuk nasib selanjutnya mahasiswa Al Ahzar tersebut.

Hal itu dikarenakan pihak KBRI kurang begitu merespon laporan yang sudah diadukan rekan-rekan sesama mahasiswa dan berusaha menutup-nutupi peristiwa itu. Untuk itu SBY, selaku presiden bisa memberikan jaminan keselamatan warga negara Indonesia di Mesir.

"Kalau saya boleh meminta, Pak SBY juga memberikan perhatian juga pada mahasiswa di sana dan seluruh rakyat Indonesia di sana," pinta Rhudatul Firdaus kakak dari salah satu mahasisa asal Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (4/7).

Keluarga hanya berharap pada bantuan SBY, tentu dengan menggerakkan Departemen Luar Negeri dan KBRI, apalagi sebagian dari para mahasiswa yang disiksa itu dalam waktu sekira satu bulan lagi akan menyudahi perkuliahanya
di sana.

"Kita tentu tidak mau mereka ditangkap lagi karena pemberitaan di media, apalagi sebagian dari mereka akan
diwisuda dalam waktu dekat, kalau ditangkap bisa mereka tidak akan menjadi sarjana," ceritanya.

Raudatul, sebagai perwailian ke emmpat mahasiswa ini menuturkan kejadian terjadi pada 28 Juni lalu. Saat itu, sebanyak 12 anggota polisi mesir menggerebek rumah mereka 5 berpaikan Dinas dan sebagaian memakai pakaian premen.

Merekam kata Firdaus, pakai senjata api dan pembawa pentungan serta kawat berduri, mereka diintrogasi karena dicurigai sebagai jaringan Al-qaeda dan pendukung garis keras Hamas. Saat digledah di salah satu ruanganya para mahasiswa, polisi menemukan gambar pejuang Hamas yakni Syeh Ahmad Yasin.

Mereka kemudian langsung dibawa ke mobil polisi. "Padahal sebenaranya gambar itu milik salah satu rekanya kosnya yang lain yakni A Nasution yang saat penangkapan sedang tidak ada ditempat," ceritanya menirukan perkataan adiknya, Faturrahman. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.