INILAH.COM, Jakarta - Sihir dan pilpres menjadi saling bertautan di mata SBY dan mengesankan tuduhan terhadap lawan-lawan politiknya. Pernyataan SBY yang menyebut dirinya diganggu oleh kekuatan sihir menjelang pilpres itu harus dibuktikan.
"Lebih baik dibuktikan, diganggu seperti apa, dari pihak capres mana yang menyerang. Itu kan dia menuduh, jadi harus dibuktikan," kata Anggota Dewan Pembina Gerindra Permadi kepada INILAH.COM, Sabtu (4/7).
Permadi yang juga seorang paranormal itu menilai pernyataan SBY aneh dan ngawur. Apalagi, SBY menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara majelis zikir.
"Kalau seperti Pak SBY itu aneh. Dia kan terpelajar, katanya nggak percaya klenik, nggak percaya mistik. Tapi dengan dia bilang seperti itu kan tandanya dia sangat percaya. Lagipula itu kok bilangnya di acara zikir, di depan ulama-ulama," jelasnya.
SBY mengeluhkan soal sihir itu di hadapan 3.000 jamaah zikir dan pengajian di kediamannya, Puri Cikeas Bogor, kemarin.
"Ini musim pemilu, dalam pilpres dan pilwapres banyak yang gunakan ilmu sihir. Betul saya merasakan dengan keluarga. Luar biasa, macam-macam yang digunakan," kata SBY semalam. [fiq/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !