INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) selama semester I 2009 baru masih rajin membebaskan tanah untuk pembangunan ruas tol. Sebab kalau mengandalkan pemerintah akan lama sehingga harus bekerja sama mempercepat penyiapan lahan.
Demikian dikatakan Direktur Utama Jasa marga Frans S Sunito kemarin seperti dikutip dari sebuah harian ekonomi nasional. "Capex tahu ini Rp 4 triliun dan belum terserap setengahnya. Hal ini karena pembebasan tanah yang belum bisa berjalan cepat. Kami akan membantu pemerintah membebaskan tanah yang akan dipakai untuk membuat jalan tol," katanya.
Jasa Marga telah mendapat dana bergulir sebesar Rp 1,9 triliun untuk membiayai pembebasan lahan anak perusahaannya yaitu PT Marga Kunciran Cengkareng (MKC) dan PT Marga Trans Nusantara (MTN). "Beberapa tanah yang baru kai bebaskan adalah Bogor Ring Road sepanjang 4 km dan ruas tol Semarang - Ungaran," jelasnya.
Saat ini, Jasa Marga masih membebaskan lahan untuk ruas Semarang-Solo, Bogor, Ring Road, ruas tol Gempol-Pasuruan, Jakara Outer Ring Road (JORR) II sebanyak 2 ruas dan JORR I sebanyak satu ruas. Selain itu Jasa Marga juga masih membebaskan tanah untuk ruas tol Surabaya-Mojokerto. Selain pembebaskan tanah Jasa Marga juga membangun kosntruksi di masing-masing ruas.
Dengan terhambatnya pembebasan tanah, membuat penyerapan Jasa Marga terhadap belanja modal atau capital ekspendirute/capex 50% atau kurang dari Rp 2 triliun dari total yang disediakan tahun ini sebesar Rp 4 triliun.
Belanja modal tesebut akan dipakai perseroan untuk membangun tujuh ruas jalan tol yang dibangun BUMN ini. Untuk keperluan pembebasan tanah, perseroan mendapat dana talangan bergulir dari pemerintah selalu pemberi konsesi ruas tol. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !