Kamis, 24 Mei 2012 | 06:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rating Keamanan Obligasi Indonesia Naik
Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh:
web - Sabtu, 4 Juli 2009 | 15:04 WIB
INILAH.COM, Singapura - Risiko gagal bayar obligasi Indonesia turun 267,5 basis poin pada kuartal terakhir ini hingga ke level yang mengindikasikan bahwa surat utang itu lebih aman dibandingkan Argentina, Ukraina dan Iceland.

Demikian hasil analisa Credit-default swap price provider Credit Market Analysis (CMA) seperti dikutip dari sebuah harian ekonomi nasional. "Indonesia akan senang dengan kenaikan rating ini. Pertumbuhan mengejutkan dan harapan hasil pemilihan presiden minggu depan akan memberi dampak yang lebih positif lagi," kata Tim Condon, ING Groep NV Asia Research di Singapura.

Dengan analisa ini berarti Indonesia akan keluar dari daftar 10 negara berisiko sebagai penerbit obligasi bermata uang asing, setelah prospek ekonominya membaik.

Negara-negara tersebut, termasuk Lithuania, Dubai, Rumania, Bulgaria, Latvia, Venezuela dan Kazakhstan, membukukan kemungkinan default (gagal bayar) diantara 63 negara dengan credit-default swap contracts pada obligasinya.

Condon menambahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan rencananya untuk menaikkan belanja infrastruktur jalan, pembangkit listrik dan pelabuhan sebesar 128% menjadi Rp1.430 triliun atau (US$140 miliar) pada 2014. Hal ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jika memang terpilih pada pemilu presiden 8 Juli. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sebesar 4,2% pada 2009 dan 5,1% pada 2010, menurut survey para ekonom Bloomberg.

Condon menambahkan obligasi mata uang asing berimbal hasil tinggi dari negara-negara tetangga Indonesia seperti Filipina tidak memberi kenyamanan bagi investor karena adanya defisit anggaran, dan Vietnam juga memiliki cadangan devisa dolar yang terbatas.

Rating obligasi Indonesia di level Ba3 oleh Moodys Investors Service, tiga poin di bawah level investasi, investment grade. Filipina B1, satu level di bawah.

Norwegia, Finlandia, Jerman, Belgia, Swiss, Jepang dan Belanda membukukan harga obligasi mata uang asing dengan credit-default swap lebih rendah ketika risk premium Asia melampaui AS dan Eropa yang turun pada kuartal kedua. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.