INILAH.COM, Jakarta - Berbagai serangan dan sindiran tim sukses SBY-Boediono yang diprediksi membuat kabur pemilih pasangan capres-cawapres itu mulai terbukti. Berdasarkan temuan LSI, elektabilitas SBY merosot di berbagai daerah dan kelompok.
"Penurunan tersebut bukan hanya terjadi di salah satu kelompok, namun hampir semua kelompok agama, suku, masyarakat menengah atas dan menengah bawah, semuanya merata," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Dodi Ambardi di Jakarta, Sabtu (4/7).
Berdasarkan survei LSI 20 Juni-2 Juli, SBY-Boediono masih tetap unggul dari lawan politiknya, yakni 63,1 persen, Megawati-Pro sekitar 19,6 persen dan JK-Win sekitar 10,6 persen.
Pada 3 Mei, elektabilitas pasangan SBY-Boediono sekitar 70 persen, 30 Mei masih cukup bertahan pada 70 persen, tetapi survei pada 20 Juni turun sekitar 3 persen menjadi 67 persen dan survei terakhir kembali turun 4 persen menjadi 63 persen.
Berdasarkan hasil penelitian LSI yang menggunakan metodologi sampel asal sebanyak 3.100 pilihan dengan teknik multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sekitar 95 persen, dua bulan terakhir SBY-Boediono cenderung menurun.
Jika tidak diantisipasi, elektabilitas SBY-Boediono diprediksi akan terus turun hingga Pilpres 8 Juli. Sebab 2 pasangan lain terus gencar berkampanye. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !