Senin, 28 Mei 2012 | 21:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tifatul Injak Rumput GBK, Massa Rusuh
Headline
Tifatul Sembiring
Oleh: Raden Trimutia Hatta
web - Sabtu, 4 Juli 2009 | 15:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Rumput Gelora Bung Karno menjadi sorotan dalam kampanye akbar Mega, SBY, JK di Jakarta. Mega mengimbau massa jangan menginjak rumput, JK menghindari massanya menginjak rumput. Namun Presiden PKS Tifatul Sembiring pendukung SBY menginjak rumput. Massa SBY pun sempat ricuh kecil.

Tepat pukul 14.45 WIB, Sabtu (4/7), Tifatul memasuki stadion utama GBK, Senayan, Jakarta. Tifatul yang mengenakan kacamata dan peci hitam itu langsung merumput di lapangan.

Kedatangan Tifatul dari pintu sektor 19 itu cukup menarik perhatian para hadirin kampanye akbar SBY-Boediono. Selain karena dandanannya yang nyentrik, Tifatul juga menginjak rumput lapangan yang sebenarnya dilarang, karena akan merusak lapangan yang kini sedang dipersiapkan untuk pertandingan sepakbola Manchester United melawan Timnas PSSI.

Tifatul yang diampingi beberapa kader PKS terus saja berjalan menginjaki rumput menuju panggung utama, di mana band Andra and The Backbond sedang mendendangkan lagu-lagunya. Sesaat setelah Tifatul memasuki ruang VIP, terdengar teriakan dari pendukung SBY-Boediono, "Kampungan! Kampungan! Kampungan!"

Namun, ternyata bukan Tifatul yang diteriaki kampungan. Rupanya ada kerumunan massa di pinggir lapangan yang sedang rusuh kecil.

"Di bawah ada yang berantem tuh. Tapi sudah dibawa keluar orangnya," ujar salah seorang panitia yang tak mau disebutkan namanya. Berdasarkan pantauan INILAH.COM, di kerumunan massa itu terdapat bendera Partai Demokrat, PKS, PAN, PBR dan bendera relawan pendukung SBY. [mut/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
7 Komentar
abang zein
Senin, 6 Juli 2009 | 08:38 WIB
waduh mau ngomong apa sekarang, istighfar bagi yang ngomong juga perlu, tapi kayaknya p tif dan para pendukungnyaharusnya y ang lebih banyak beristighfar. kalau dulu nyanyian ada yang mubah dan haram tergantung isinya. lha kalau sekarang. Demi sesuatu yang bernama kekuasaan. koq jadi begini. kalau P Tif saja begini bagaimana yang lainnya.
riandy
Minggu, 5 Juli 2009 | 17:21 WIB
politik emang kejam....@@@@@ cuma karena mau dilihat kampanyenya mewah,rela mengorbankan GBK untuk dipake sebagai area kampanye....
urang awak
Sabtu, 4 Juli 2009 | 22:21 WIB
Sesuai keyakinan umat Islam berdasarkan hadits, di setiap helai jenggot yang dipelihara itu bergelantunganlah para malaikat-Nya Allah SWT. Memelihara jenggot adalah sunah Nabi SAW. Jika anda Muslim, mari Istighfar saudara2ku!
SBY MANIAK
Sabtu, 4 Juli 2009 | 19:23 WIB
bagaimana yah kl jenggot2 orang PKS kita injak2? kan sama2 bisa dicukur, tar jg tumbuh lagi
urang awak
Sabtu, 4 Juli 2009 | 18:53 WIB
Andhi, kamu kok lsg percaya gaya bahasa media, prasangka baik dong yg dikedepankan atau karena like and dislike. Istighfar saudaraku, kata hati siapa yg tahu. Rasanya kamu pasti lbh KENAL Ustadz Tiffatul dr yg tulis berita, ya kan? tp kok malah lsg percaya sm gaya bhs yg tulis.
doni pasti jail
Sabtu, 4 Juli 2009 | 18:41 WIB
wahh pak tifakul, udah lupa dakwah ... udah ngebet mau jadi mantri nih.... selamat deh kayanya sih jadi .... Ikut ngerayain 4th juli UNCLE SAM juga sekalian...
Adhie
Sabtu, 4 Juli 2009 | 17:26 WIB
apakah ini yang dinamakan kader dakwah....mirip orang borjois dan bukan ciri seorang kader dawah....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.