INILAH.COM, Jakarta - Ilmu sihir yang dikirim ke SBY dipertanyakan. Curhatan SBY tentang sihir yang dialamatkan kepada dirinya dan keluarganya dianggap tidak masuk akal. Meski demikian SBY disarankan melacak siapa pengirimnya. Apakah Mega-Prabowo atau JK-Wiranto?
"Kalau ada orang benci dan meneluh, itu pasti pesaingnya. Nah pesaingnya ini kan sekarang Mega-Prabowo dan JK-Wiranto," kata pimpinan Ponpes Soko Tunggal Abdurahman Wahid, KH Nuril Arifin.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Nuril ini usai acara 'Kongkow bareng Gus Dur' di Kedai Tempo, Jakarta, Sabtu (4/7).
"Kalau Prabowo dan Wiranto, mereka kan sama-sama tentara. Kalau masih percaya dengan santet, nggak usah beli alutsista. Santet saja itu sudah sampai ke Malaysia. Nah berarti sekarang tinggal Mega atau JK," ujar Gus Nuril.
Untuk melacak apakah sihir itu dari Mega atau JK, Gus Nuril menyarankan agar SBY berterus terang saja dengan mengundang kedua rivalnya itu. Lalu dengan dalil era demokrasi, SBY bisa bertanya langsung kepada Mega dan JK siapa dan kenapa menyantet dirinya.
"Langsung tanya saja kenapa nyantet saya. Biar terbuka dan transparan. Nanti ada konferensi dukun dan paranormal. Ternyata Presiden RI terancam oleh santet dan sihir. Rakyat akan semakin tahu. Siapa yang mau neluh presidennya sendiri. Tapi ini kan tidak masuk akal. Ini tanda ketidakpercayaan diri SBY," tukas Gus Nuril. [sss]