inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Sihir SBY' di Pilpres 2009

Oleh:
Minggu, 5 Juli 2009 | 05:40 WIB
Memang pada pemilu kali ini banyak penyihir yang mencoba menguji kedalaman ilmunya. Lihat saja, betapa saktinya mereka hingga sanggup menghilangkan 49 juta nama rakyat dari DPT. Ada juga yang menggandakan satu pemilih menjadi berlipat-lipat jumlahnya!

Sihir lain yang lebih hebat bahkan melanda rakyat. Mereka kena 'pelet' agar memilih pasangan SBY-Boediono, supaya pilpres bisa berjalan hanya dalam satu putaran dengan 'mantra' dan 'sesaji' penghematan anggaran Rp 4 triliun.

Tetapi penyihir itu pengecut semua. Hanya dua orang yang berani 'meneluh' SBY di hadapan banyak orang. Pertama, Butet Kertarejasa yang 'menyantet' SBY dengan monolognya hingga wajah korbannya merah tertekuk saat deklarasi pemilu damai di Komisi Pemilihan Umum.

Kedua, JK yang 'menggendam' alias menghipnotis SBY dalam debat capres di televisi, sehingga capres dari Partai Demokrat itu terpaksa menganggukkan kepalanya saat disebut iklan soal pilpres satu putaran bersifat ilegal.

Mungkin pernyataan SBY yang mudah berubah-ubah juga karena pengaruh ilmu hitam. Seperti alasan mengapa pesawat militer jatuh dan juga KPK yang dikatakan uncheck. Tim suksesnya pun seperti kesurupan karena selalu bicara meracau, tak jelas juntrungannya.

Sayang, Mak Erot sudah meninggal dunia. Padahal, dengan jasanya mungkin kita bisa memperpanjang kekuasaan sesuai keinginan kita.

Abdullah Ikhsan
ikhsanabdullah@ymail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
9 Komentar
Pakde Joko @ Minggu, 5 Juli 2009 | 20:04 WIB
Mungkin pernyataan SBY yang mudah berubah-ubah juga karena pengaruh ilmu hitam. Seperti alasan mengapa pesawat militer jatuh dan juga KPK yang dikatakan uncheck. Tim suksesnya pun seperti kesurupan karena selalu bicara meracau, tak jelas juntrungannya. Ini juga SIHIR loe yang nulis dan sakit hati apa ini bukan black campaign
heru santoso @ Minggu, 5 Juli 2009 | 18:04 WIB
Memang lawan2 SBY pada pake ilmu sihir kok, liat saja siapa pendukungnya, ada ki joko bodo, ki joko keblinger dll Ingat, ada juga yang suka ke kuburan seperti megawati dll, wajar saja kalau SBY lalu banyak beristighfar untuk menghindari orang2 sesat seperti itu.
riandy @ Minggu, 5 Juli 2009 | 17:14 WIB
spakat bro!!!!!! pemerintah skarang yg bnyak menyewa jasa penyihir
Avgan @ Minggu, 5 Juli 2009 | 10:37 WIB
Tulisan anda bagus. Singkat, padat, mengena telak. Hanya dalam waktu 10thn sejak bangkitnya reformasi 1998 kita seperti sudah kembali lagi ke "zaman gelap" ala orde baru.. Perlukah ada reformasi jilid 2?
Ghozali @ Minggu, 5 Juli 2009 | 09:56 WIB
termasuk sihir juga, memutar balikkan fakta konteks pembicaraan. Untuk menang dalam persaingan pilpres para pendukung kandidat, bisa menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan lawan. Termasuk menggunakan sihir. Pertanyaannya apakan sihir itu ada? Sihir termasuk perkara ghoib yang dibenarkan keberadaanya oleh Al-qur'an (QS. Al-Baqarah: 3). Akhir-akhir ini, media memang gencar sekali mengutip statement timses SBY, mencari-cari celah kesalahan, bahkan memutar balikkan konteks pembicaraan SBY. Jadi media merupakan sihir modern sekarang ini yang bisa merubah fakta. Pada akhirnya kebenaran itu yang menang bung
Panwasgue @ Minggu, 5 Juli 2009 | 09:25 WIB
Logika pengaruh hilangkan hak suara 49 juta : Sesuai dgn Survey di Daerah A, Calon X keterpilihan rendah di daerah A, maka pemilih yang memilih calon Y dan Z dihilangkan, sehingga X menjadi tinggi. Kotor kan
ratna @ Minggu, 5 Juli 2009 | 08:44 WIB
Apkah ni jg slah stu bntuk sihir “black campaign”??
ratna @ Minggu, 5 Juli 2009 | 08:41 WIB
Apkah ni jg slah stu bntuk sihir “black campaign”
Mr.Smiley @ Minggu, 5 Juli 2009 | 07:57 WIB
Setuju pak, beliau memang lebih senang mengurusi hal-hal yang berbau mistis daripada memikirkan rakyat yang hak pilihnya terampas....ingat mistis dekat dengan syaithan...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.