inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mega Pro & JK Win Tuntut Pilpres Diundur

Headline
Megawati-Jusuf Kalla - inilah.com
Oleh: Windi Widia Ningsih
Sabtu, 4 Juli 2009 | 16:49 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pilpres 8 Juli 2009 terancam tidak bisa dilaksanakan, kerena dua Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo dan JK-Wiranto meminta KPU untuk memperbaiki DPT sebelum 8 Juli. Apabila tak diperbaiki maka Pilpres diminta untuk ditunda.

"Kalau sampai masalah DPT belum diselesaikan maka kami menuntut KPU untuk melakukan penundaan pilpres, tapi ini bukan pembatalan hanya penundaan," kata Koordinator Teknologi Informasi Tabulasi Tim Kampanye Mega Pro Arief Wibowo, saat jumpa pers di Chemistry Media Center, Jakarta, Sabtu (4/7).

Menurut Arif, hal ini dilakukan untuk menjamin hak warga negara agar mendapatkan haknya. Jika masalah DPT teratasi maka pilpres 2009 tidak akan ditunda.

"Kami tidak akan ragu-ragu untuk melaksanakan pemilu, siapa pun pemenangnya," ujarya.

Senada dengan Arif, anggota Timkamnas Ruly Chairul Azwar juga menuntut hal sama mengenai DPT. Ruly mengatakan sisa 4 hari ini sebaiknya dimanfaatkan oleh KPU untuk memperbaiki DPT.

"Kami sudah mengirimkan surat secara resmi dan kami memberi waktu paling lambat 2 hari, apabila ini diklarifikasi maka 8 Juli dapat dilaksanakan," ujarnya.

Ruly juga membantah apabila tuntutan ini hanyalah kekurang siapan dalam menghadapi pilpres. "Ini bukan karena kita yang belum siap tapi KPU lah yang belum siap. Karena KPU pernah berjanji tidak akan terjadi lagi masalah seperti dilegislatif," tambahnya.

Apabila tuntutan ini tak dilakukan oleh KPU, tutur dia, maka Mega-Pro dan JK-Wiranto tidak dapat berbuat apa-apa dan akan tetap mengikuti aturan KPU.

"Kami tidak bisa melawan karena KPU yang berhak menyelenggarakan pemilu. Niat kita baik agar tidak ada gugatan-gugatan dikemudian hari," cetusnya.

Sementar Jubir Timkamnas JK-Wiranto Indra J Piliang mengatakan siapapun yang terpilih, dengan DPT yang kacau balau maka Presiden dan Wakil Presiden dapat terkena legitimasi. "Presiden dan wakil presiden bisa jatuh di tengah jalan," cetusnya. [win/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.