INILAH.COM, Jakarta - Dikabarkan kampanye terakhir calon presiden SBY-Boediono jelang pilpres 8 Juli 2009 menelan biaya sebesar Rp15 miliar.
Ini jelas tidak sesuai dengan apa yang dilontarkan SBY dan Boediono dalam sambutannya saat kampanye penutupnya di Gelora Bung Karno, Sabtu (4/7). SBY menyatakan ingin meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat dengan mencukupi kebutuhan hidup rakyat.
Para nasabah Sarijaya yang kini nasibnya terkatung-katung hanya menggangap orasi SBY ini hanya omong kosong belaka. "Buktinya, nasib kami hingga sekarang ini sedikit pun tidak ada perhatian dari beliau," ujar salah seorang nasabah Sarijaya kepada INILAH.COM, Sabtu (4/7).
Menurutnya, yang penting bagi masayarkat adalah buktinya, dan bukan hanya teori semata. "Apalagi saya lihat kampanyenya beliau itu layaknya sebuah pesta kemerdekaan saja. Apa ini yang disebut meningkatkan kesejahteraan rakyatnya yang saat ini tengah menderita karena krisis ekonomi," tandasnya.
Di sisi lain, lanjutnya, nasib masyarakat dibiarkan menderita, separti halnya para nasabah Sarijaya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !