inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Cairnya Kutub di Luar Perkiraan

Headline
istimewa
Oleh:
Sabtu, 4 Juli 2009 | 19:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan kembali memperingatkan, mencairnya Kutub Selatan lebih cepat daripada perkiraan. Jumlah es yang hilang mencapai 75% sejak 1996 dan terus bertambah dengan cepat.

Profesor Peter Barrett dari Antarctic Research Center, Victoria University mengatakan dengan hilangnya es dari Greenland, Antartika dan gletser lain, permukaan air laut akan naik antara 80 centimeter hingga 2 meter sampai 2100. Ia mengatakan itu dalam kegiatan tahunan Konferensi Antartika, yang diselenggarakan pada 1-3 Juli di Auckland.

Profesor Tim Naish yang memimpin satu tim peneliti dan melakukan pemboran jauh ke dalam batu di Kutub Selatan menemukan CO2 atmosfir mencapai tingkatnya sekarang.

Mereka mendapati 3 juta sampai 5 juta tahun lalu, permukaan air laut cukup hangat untuk mencairkan banyak bagian es Kutub Selatan ketika CO2 atmosfir hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan kondisinya hari ini.

Naish mengatakan es di bagian barat Antartika akan mencair sebelum lapisan es yang lebih besar di bagian timur Kutub Selatan.

Namun, ia mengatakan penelitian tersebut mengangkat pertanyaan yang tak terjawab mengenai berapa banyak CO2 atmosfir perlu naik, untuk mencapai temperatur sampai 2 derajat celsius atau lebih.

Kondisi CO2 di atmosfir sekarang berjumlah 387 bagian per juta, naik dari sebanyak 280 bagian per juta pada awal Revolusi Industri.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Warren Buffet @ Minggu, 5 Juli 2009 | 00:23 WIB
Manusia menyadari tetapi tidak berbuat maximal untuk mencegah kepunahan kehidupan di dunia. Sudah tahu mencairnya es di kutus, akan menenggelamkan banyak daratan-tempat satu2nya kehidupan. Manusia sibuk mencari uang, memperbesar bisnisnya, sibuk korupsi untuk memperkaya dirinya, saling "menyerang", terus memproduksi kendaraan, tetapi marilah sejenak berpikir: untuk apa itu semuanya? minyak bumi dan habis, batubara akan habis, energi kehidupan semakin tipis, manusia akan menghadapi kematian dari hidupnya yang singkat, lalu untuk apa manusia terlalu serakah? Saya-Warren Buffet, menyatakan kekayaan saya tidak ada artinya karena tidak bisa meniadakan kematian. Bertobatlah manusia, pikirkan antrian kematian anda, jadikan kehidupan yang baik di dunia.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.