INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan kembali memperingatkan, mencairnya Kutub Selatan lebih cepat daripada perkiraan. Jumlah es yang hilang mencapai 75% sejak 1996 dan terus bertambah dengan cepat.
Profesor Peter Barrett dari Antarctic Research Center, Victoria University mengatakan dengan hilangnya es dari Greenland, Antartika dan gletser lain, permukaan air laut akan naik antara 80 centimeter hingga 2 meter sampai 2100. Ia mengatakan itu dalam kegiatan tahunan Konferensi Antartika, yang diselenggarakan pada 1-3 Juli di Auckland.
Profesor Tim Naish yang memimpin satu tim peneliti dan melakukan pemboran jauh ke dalam batu di Kutub Selatan menemukan CO2 atmosfir mencapai tingkatnya sekarang.
Mereka mendapati 3 juta sampai 5 juta tahun lalu, permukaan air laut cukup hangat untuk mencairkan banyak bagian es Kutub Selatan ketika CO2 atmosfir hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan kondisinya hari ini.
Naish mengatakan es di bagian barat Antartika akan mencair sebelum lapisan es yang lebih besar di bagian timur Kutub Selatan.
Namun, ia mengatakan penelitian tersebut mengangkat pertanyaan yang tak terjawab mengenai berapa banyak CO2 atmosfir perlu naik, untuk mencapai temperatur sampai 2 derajat celsius atau lebih.
Kondisi CO2 di atmosfir sekarang berjumlah 387 bagian per juta, naik dari sebanyak 280 bagian per juta pada awal Revolusi Industri.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !