INILAH.COM, Jakarta - Pada 1 Juli 30 tahun lalu, Sony merilis Walkman yang akhirnya terkenal di seluruh penjuru dunia. Kini Sony coba membangkitkan kembali kejayaan perangkatnya itu, setelah dikalahkan oleh iPod. Tapi tampaknya upaya Sony ini bakal sia-sia. Mengapa?
Sony berhasil menjual 30.000 unit Walkman dalam dua bulan pertama dan menjadi 50 juta unit hanya dalam satu dekade. Tapi setelah tiga dekade, Sony tunduk pada rivalnya Apple, yang sukses besar dengan pemutar musik iPod.
Pendiri bersama Sony, Masaru Ibuka, adalah yang menemukan ide untuk membuat Walkman saat ia melakukan perjalanan ke luar negeri. Pada masa itu, mendengarkan musik hanya bisa dilakukan lewat tape recorder yang berukuran besar.
Orang lain yang berjasa dalam lahirnya Walkman adalah insinyur Sony, Nobutoshi Kihara, yang membuat sketsa perangkat itu. "Pada zamanku, aku menggambar desain produk di atas kertas," katanya saat akan pensiun pada 2006.
"Aku memejamkan mata dan membayangkan produk seperti apa. Aku membayangkan seorang lari jogging dengan Walkman dan membayangkan bagaimana produk ini bisa mempengaruhi kehidupan orang."
Pada awal dipasarkan, reaksi pada walkman sangat buruk. Banyak retailer yang menilai pemutar kaset tanpa kemampuan merekam kemungkinan suksesnya hanya kecil. Tapi itu kemudian berubah, dan kini penjualan Walkman telah mencapai 385 juta unit di seluruh dunia, termasuk dari versi baru yang menggunakan flash memory.
Sony memilih nama Walkman sebagian karena popularitas Superman pada saat itu. Selain adanya kenyataan sudah ada perangkat perekam audio bernama Pressman. Sebelumnya, Sony merencanakan nama Soundabout di AS dan Stowaway di Inggris.
Namun Sony berubah pikiran setelah anak-anak di Eropa sudah mendengar nama Walkman dan meminta pada orang tuanya. Pada 1986 nama Walkman masuk dalam kamus Oxford English Dictionary.
Sony sudah mencoba mendesain ulang Walkman beberapa tahun terakhir, dan dalam beberapa hal berhasil sukses. Menurut jubir Sony, perangkat itu terjual 7 juta unit untuk tahun yang berakhir Maret, naik dari 5,8 juta di tahun bisnis sebelumnya.
Tapi upaya itu tetap tak sebanding dengan upaya menantang Apple yang berhasil menjual 100 juta iPod hanya kurang dari enam tahun setelah dilaunching pada 2001. Prestasi itu membuat penjualan pemutar musik paling cepat dalam sejarah. Penjualan saat ini bahkan telah mencapai 200 juta unit.
Bagi banyak pengamat, kesuksesan iPod juga menunjukkan Sony telah kehilangan sentuhan emasnya beberapa tahun terakhir. Sony gagal mengeksploitasi kesempatan booming internet dan era digital.
Saat penjualan iPod mulai meledak bak kacang goring, wartawan Jepang telah bertanya pada Shizuo Takashino, salah satu pengembang asli Walkman. Dia ditanya mengapa Sony tidak punya ide serupa? Bahkan banyak yang menyesalkan, karena iPod seharusnya merek produk Sony.
Takashino sebenarnya telah menunjukkan model Walkman terbaru, namun perangkat itu hanya bisa memainkan file proprietary. Tak ayal Sony mendapat kritik tajam, karena terlalu arogan mempertahankan format proprietary seperti itu.
Padahal salah satu alasan iPod memiliki popularitas tinggi, karena bisa memainkan file MP3 yang digunakan secara luas dan kompatible dengan banyak perangkat.
Kini Sony coba bangkit kembali dengan merilis Walkman layar sentuh X-series untuk menaikkan kembali kejayaan gadgetnya. Tapi upaya tampaknya tidak akan mulus. Selain pemutar musiknya kalah, produk Sony yang lain PlayStation 3 juga dipecundangi oleh Nintendo Wii sebagai produk game konsol paling laris.
Tapi Sony menampilkan pesan yang selalu diyakininya. Perusahaan Jepang itu bersikeras tidak ingin menjadi pemenang, jika cuma meniru produk pesaing.
"Yang bisa kami lakukan adalah terus maju, menjual Walkman kami. Tiga puluh tahun adalah tonggak sejarah bagi Sony. Tapi kami berharap Walkman tidak hanya sebagai potongan sejarah saja," kata jubir Sony, Yuki Kobayashi.
Tampaknya jika tidak berhasil membangkitkan kejayaan Walkman, bukan sesuatu yang menyakitkan bagai Sony. Perusahaan ini sudah biasa menghentikan produknya akibat kalah dalam persaingan. Video cassette recorder Betamax, TV Trinitron, dan robot anjing Aibo sudah tidak dilanjutkan oleh Sony. Kemungkinan Walkman juga tidak akan mampu bangkit kembali. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !