Jumat, 25 Mei 2012 | 21:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Selesaikan Mallarangeng Secara Adat'
Headline
Andi Mallarangeng - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh:
web - Sabtu, 4 Juli 2009 | 19:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Persoalan ucapan Andi Mallarangeng dianggap Relawan Bangsa pendukung SBY-Boediono tidak perlu diselesaikan melalui jalur hukum. Akan lebih baik masyarakat Sulsel menyelesaikannya secara adat.

"Pernyataan Andi Mallarangeng perlu disikapi secara bijak dan tidak perlu dibawa ke ranah hukum, karena itu cukup diselesaikan secara kultural sehingga masing-masing pihak bisa berdamai," kata Ketua Relawan Bangsa M Usman Asri di Jakarta, Sabtu (4/7).

Selain itu, pernyataan anggota Tim Kampanye SBY-Boediono itu merupakan tanggung jawab pribadi, karena dikeluarkan saat kampanye dialogis secara terbatas di daerah asalnya.

Andi Mallarangeng banyak menerima kecaman masyarakat Sulsel terkait ucapannya yang mengatakan belum waktunya warga Sulsel menjadi pemimpin. Saat ini adalah masanya SBY-Boediono untuk memimpin.

Akibat ucapannya itu, Andi dibanjiri SMS dari teman-temannya. Bahkan masyarakat Sulsel mendemo Sekretarian Partai Demokrat di Makassar. Mereka menuntut Andi meminta maaf dan mencabut ucapannya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
situmorang
Minggu, 5 Juli 2009 | 02:52 WIB
memang belum waktunya kok orang sulsel jadi presiden! baru jadi capres! Nanti bulan oktober baru jadi presiden haha.
andik
Minggu, 5 Juli 2009 | 01:20 WIB
mendingan bang andi mallarangeng lebih bijak meminta maaf kepada masyarakat Sulsel........ jangan bikin pemilu pilpres diwarnai hal-hal yang memancing keributan antar masyarakat kita sendiri. berbuatlah dengan bijak........bang.
shafid
Minggu, 5 Juli 2009 | 00:02 WIB
Gimana mau diselesaikan secara adat, yang bersangkutan saja sudah merasa benar sendiri. Jadi masalahnya tergantung yang bersangkutan mengakui kesalahan dan mau minta maaf secara terbuka atau tidak. Kami sarankan agar yang bersangkutan cobalah instrokpeksi diri. Cobalah menempatkan diri sebagai masyarakat Sulsel saat ini, apakah bisa menerima pernyataan yang berbau SARA tersebut.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.