INILAH.COM, Jakarta Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (6/7) masih terbuka, setelah di awal sesi tertekan aksi ambil untung. Saham yang disarankan untuk daily trading adalah TLKM dan BUMI.
Analis pasar modal dari sekuritas asing Indrawan Madjid mengatakan, IHSG masih berpeluang menguat dipicu aksi korporasi saham unggulan. Namun, aksi ambil untung masih membayang setelah akhir pekan lalu bursa ditutup menguat tipis di tengah sentimen negatif.
Investor sebaiknya mewaspadai adanya profit taking di awal perdagangan, kata Indrawan kepada INILAH.COM.
Menurutnya, investor mengharapkan kenaikan indeks dalam dua hari trading sebelum libur pilpres Rabu (8/7) mendatang. Untuk itu, mereka membutuhkan koreksi dulu untuk memaksimalkan kekuatan buy on weakness.
Sentimen negatif dari eksternal berasal dari jatuhnya bursa Wall Street akhir pekan lalu yang diikuti dengan libur hari raya kemerdekaan AS. Hal ini menyebabkan minimnya dukungan dari eksternal.
Selain itu, merosotnya harga minyak mentah hingga di bawah level US$66 per barel, direspon dengan naiknya harga batubara di pasar Newscastle. Sentimen yang saling bertolak belakang ini menyebabkan bursa terkoreksi, ulasnya.
Atas situasi ini, Indrawan merekomendasikan saham unggulan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan PT Bumi Resources (BUMI) untuk daily trading. Menurutnya, saham Telkom masih akan menguat karena waktu cum dividen dimajukan lebih awal menjadi Senin (6/7) dari sebelumnya Selasa (7/7).
Sedangkan saham BUMI berpeluang menguat setelah akhir pekan lalu terkoreksi cukup dalam. Faktor ini akan menjadi acuan bagi investor untuk masuk, apalagi level harga BUMI dengan PER terdiskon 20% saat ini masih menarik, ujarnya.
Saham TLKM akhir pekan lalu ditutup melonjak Rp 400 (4,87%) menjadi Rp 8.600 per unitnya. Sedangkan BUMI terpantau anjlok 40 poin (2,17%) ke level Rp 1.800, namun tercatat sebagai saham teraktif yang diperdagangkan.
Untuk jangka menengah panjang, Indrawan menyarankan saham defensif seperti Indosat (ISAT), PT Astra International (ASII), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Investor bisa akumulasi saham-saham ini, ucapnya.
IHSG pada perdagangan Jumat (3/7) ditutup menguat tipis 9,549 poin (0,46%) ke level 2.075,302. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia relatif sepi dengan volume transaksi sebesar 4,179 miliar saham senilai Rp 2,637 triliun dengan frekuensi 68.530 kali. Tercatat sebanyak 82 saham naik, 93 saham turun, dan 65 saham stagnan.
Emiten-emiten yang mengalami penguatan terbesar antara lain PT Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 5.250, PT Astra International (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 23.450, PT Indika Energi (INDY) naik Rp 150 menjadi Rp 2.450, United Tractor (UNTR) naik Rp 150 menjadi Rp 10.050, PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) naik Rp 150 menjadi Rp 6.000, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 6.650.
Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT Petrosea (PTRO) turun Rp 250 menjadi Rp 9.700, PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 250 menjadi Rp 7.200, PT SMART (SMAR) turun Rp 200 menjadi Rp 3.125, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 menjadi Rp 19.550, PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.625 dan PT Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 menjadi Rp 4.525. [P1]