INILAH.COM, Jakarta - Kontroversi terhadap ucapan Andi Alfian Mallarangen tentang orang Sulawesi yang belum saatnya jadi Presiden terus bergulir. Pernyataan tersebut dinilai bisa mengancam intrigritas Bangsa Indonesia.
"Andi dan Ruhut punya posisi yang kuat, maka ucapannya atau perkataannya mengandung nilai berita, bila dimuat maka akan melahirkan aspek opini yang luar biasa. Ini yang berbahaya bagi integritas bangsa."
Demikian kata Pimpinan Ponpes KH Abdurrahman Wahid, Gus Nuril kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (5/7).
Sebelumnya Ketua DPP Partai Demokrat lainnya, Ruhut Sitompul juga pernah tersandung hal yang sama. Kala itu, Ruhut menyebut orang Arab tidak pernah membantu Indonesia. Ucapan tersebut dilontarkan saat berdiskusi dengan jubir JK-Win yang kebetulan keturunan etnis Arab, Fuad Bawazir.
Gus Nuril berpendapat walaupun Andi merupakan tim kepresidenan dan Ruhut awalnya tim sukses, SBY tetap harus menindak keduanya. "Jangan pake orang-orang kayak gini," cetusnya.
Nampaknya, tutur dia, ketamakan membuat orang lupa untuk menjaga sopan santun dan etika dalam berpolitik. Sehingga membuat pernyataan yang membuat SARA. Karena itu, Gus Nuril mengusulkan perlu diadakan koreksi pada tim sukses agar tak terulang.
Koreksinya bisa dari internal maupun eksternal. Kalau eksternal, urai dia, dapat disebarkan dan diberitahukan kepada masyarakat supaya tidak memiih Presiden yang sangat sektarial begini. Sementar internal SBY harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
"Ia (SBY) harus dengan legowo memberikan contoh untuk memecat mereka (Andi dan Ruhut)," cetusnya. [ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !