INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Capres SBY soal dugaan sihir, dianggap tidak rasional. Sangat memalukan seorang capres dari kalangan intelektual mempercayai tahayul.
"Sangat menyedihkan juga memalukan, seorang Presiden Indonesia yang seorang doktor SBY percaya ilmu sihir," kata Direkur Pedoman Indoensia Fajroel Rachman kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (5/7).
Mantan capres independen ini mengatakan selain percaya tahyul, SBY juga menuduh lawan-lawannya memakai sihir untuk bertarung di ajang Pilpres 2009. Menurutnya SBY hanya melakukan strategi politik melankolis untuk meraih simpati publik.
"Mau dibawa kemana bangsa ini bila presiden bergelar doktor saja percaya sihir dan tahayul? Demokrasi dan pendidikan modern adalah sarana membangun masyarakat argumentatif, dan rasional," paparnya.
Sebelumnya SBY mengaku kerap diganggu sebagian pihak yang menggunakan ilmu hitam. Kepada jamaah zikir dan doa yang hadir dari seluruh kota di pulau Jawa itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat meminta didoakan beberapa hal. Salah satunya adalah dengan berdoa agar Indonesia tumbuh dan berkembang menjadi bangsa dan negara yang makin maju dan sejahtera. [ikl/ton]