INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan capres SBY mengaku diganggu dengan ilmu sihir dan berhasil ditangkal dengan zikir dianggap seperti pedang bermata dua. Salah satunya adalah upaya untuk mengais suara pada pilpres 8 Juli mendatang.
"Pernyataan SBY itu seperti pedang bermata dua, yaitu ingin mendapatkan suara dari orang yang masih percaya klenik dan muslim perkotaan yang terdidik," ujar Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (5/7).
Thamrin mengatakan menjelang pilpres, SBY tidak mau kehilangan suara dari berbagai pihak. Sehingga tiba-tiba, capres yang diusung 24 parpol ini mengaku mengalami gangguan dari pihak, terutama lawan politik. Salah satunya adalah dengan menggunakan sihir untuk menyerangnya menjelang pilpres. "Ini lumayan bisa meraup suara," katanya.
Menurut Thamrin, pernyataan SBY tersebut harus dilihat sebagai wacana politik menjelang pilpres. Sehingga masyarakat bisa melihat dengan tegas seperti apa SBY yaitu pencitraan diri sebagai seorang muslim sejati. [mvi/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !