inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Awas! Politisasi DPT Jelang Pilpres

Headline
Hadar N Gumay - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Mevi Linawati
Minggu, 5 Juli 2009 | 10:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Permasalahan DPT bisa dipolitisasi oleh sejumlah pihak menjelang pilpres. Salah satu bentuk politisasi itu adalah diserukannya penundaan pilpres 8 Juli mendatang tanpa melakukan upaya nyata apapun.

"Itu salah satu politisasi mempermasalahkan DPT, tapi tidak mempunyai upaya nyata bagaimana cara mengatasinya. Lakukan upaya nyata saja," imbuh Direktur Eksekutif Cetro, Hadar N Gumay kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (5/7).

Menurut Hadar, KPU saat ini tidak bisa mengelola data dengan baik karena waktu yang terbatas dan semakin sempit. Oleh karena itu, pilpres tidak mungkin untuk dimundurkan karena pemerintahan bisa mengalami kekosongan.

"Jadi yang penting adalah bagaimana caranya untuk bisa menekan permasalahan DPT. Yaitu berkonsentrasi pada penanganan didalam dan diluar DPT. Penanganan didalam DPT adalah bagaimana caranya agar surat suara dari pemilih ganda tidak digunakan. Makanya perlu pengecekan secara benar seperti pencelupan tinta pada jari tangan. Di luar DPT yaitu diperbolehkannya untuk menggunakan KTP sebagai alat untuk memilih," bebernya.

Dengan kata lain, kata Hadar diperlukan Perppu untuk bisa memilih. Dalam waktu beberapa hari lagi, menurutnya pemerintah juga perlu menggeluarkan Perppu agar mereka yang tidak terdaftar sebagai DPT bisa menggunakan haknya.

Sebelumnya, tim kampanye nasional Mega-Prabowo dan JK-Wiranto mengusulkan tentang penundaan pilpres. Karena masalah DPT dianggap belum selesai. Sehingga mereka meminta KPU untuk menunda, tapi tetap mengikuti peraturan yaitu hari penyontrengan 8 Juli mendatang. [mvi/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.