INILAH.COM, Jakarta - Terhalang aspek keuangan, PT Wijaya Karya (WIKA) masih mengkaji tawaran dari Aljazair untuk menjadi kontraktor di negeri tersebut. Sementara itu, perseron tengah mengikuti tender dari beberapa perusahaan milik pemerintah.
"Sebenarnya kami tertarik (dengan tawaran Aljazair), tapi ada hambatan aspek keuangan. Kita sedang mengkajinya dengan manajemen risiko perseroan," ujar Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan Pardede ketika dihubungi media, Jumat (3/7). Tawaran dari Aljazair kepada WIKA adalah berupa pembangunan perumahan, gedung, dan universitas.
Menurut Natal, hambatan aspek keuangan antar negara dikawatirkan bisa menimbulkan risiko tinggi bagi perseroan. "Kita mempertimbangkan aspek keuangan, yakni sulitnya menerima atau mengirimkan dana ke Aljazair karena minim dukungan perbankan kita," ujarnya.
Saat ini, WIKA tengah menyelesaikan proyeknya di negera tersebut sebagai operator jembatan layang. "Kita dapat tambahan kontrak lagi sebesar Rp 50 miliar, tapi bukan kontrak baru, hanya tambahan dari yang sudah ada," ujarnya.
Sepanjang 2009, WIKA menargetkan pendapatan kontrak baru, pendapatan perusahaan, dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 9,4 triliun, Rp 7,5 triliun, dan Rp 175 miliar. Sedangkan kontrak carry over 2008 yang dimiliki perseroan sebesar Rp 7,7 triliun. "Kami juga tengah mengikuti beberapa tender, terutama dari pemerintah seperti PLN, Pertamina, dan PU," pungkasnya. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !