INILAH.COM, Jakarta - Wacana penundaan pilpres kian menguat jelang tiga hari menuju pencontrengan 8 Juli. Pangkal masalahnya adalah masih tekendalanya Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pengucuran dana terkait perbaikan DPT pun dianggap jalan terbaik.
"Kalaupun harus keluar uang lagi untuk membenahi DPT, saya kira itu lebih baik daripada bangsa ini jadi porak poranda. Kita tidak mau hanya gara-gara ngotot harus tepat waktu tapi pemilu jadi berantakan. Cukup DPT pemilu legislatif kemarin saja yang bermasalah," kata Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu kepada INILAH.COM di Jakarta Minggu (5/7).
Menurut pria yang kerap disapa Burnap ini, usulan penundaan pilpres 8 Juli bukan karena kekhawatiran atas gencarnya kampanye pilpres satu putaran. Melainkan agar pilpres berlangsung jujur dan adil.
"Sebenarnya ini bukan soal pemilu satu putaran. Silakan saja satu putaran tapi ya jangan ada cacat. Ini kan masih ada yang mengotori dengan kekacauan DPT," jelas Wakil Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto ini.
Karena itu, ia menyarankan agar semua elemen masyarakat mencermati DPT serta mengawasi pekerjaan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk menghindari terjadinya kecurangan. Kisruhnya persoalan DPT, menurut Burnap merupakan permasalahan yang serius.
"Menggampangkan masalah DPT itu kan seperti memaksakan kemenangan karena mentang-mentang mereka berkuasa, karena incumbent, lalu punya segala-galanya," jelas Burnap. [fiq/jib]