inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Acuhkan DPT, Bom Waktu Pemerintah-KPU

Oleh:
Minggu, 5 Juli 2009 | 12:51 WIB
INILAH.COM, Kupang - Tiga hari menjelang pencontrengan pada 8 Juli mendatang, Daftar Pemilih Tetap (DPT) ternyata masih menjadi kendala. Karena itu pemerintah dan KPU diminta jangan bermain-main dengan DPT, karena bisa menjadi bom waktu.

"Kisruh DPT Pilpres, dapat menjadi bom waktu bagi pemerintah dan KPU. Karena hak politik rakyat untuk ikut menentukan nasib bangsa melalui pesta demokrasi lima tahun sekali diacuhkan," sebut anggota Komisi III DPR, Herman Heri di Kupang, Minggu (5/7).

"Rakyat bisa saja marah, karena hak politiknya diabaikan dengan berbagai alasan untuk kepentingan pribadi dan kelompok secara politis pula. Mari kita menang dengan cara-cara yang santun sehingga ada kewibawaan dalam memimpin bangsa besar ini," imbuhnya.

Karena itu, Herman mengharapkan ada niat baik dari pemerintah untuk mengelurkan instruksi kepada KPU selaku penyelenggara Pilpres guna segera menyikapi kekisruhan tersebut. Sehingga rakyat yang telah memiliki hak pilih namun belum terdaftar, bisa menggunakan hak politiknya.

Selain itu, ia menilai pemerintah terkesan melempar tanggungjawab kepada KPU sebagai pelaksana Pilpres. Sehingga seolah-olah tidak ingin ikut campur menyelesaikan persoalan DPT.

"Sikap ini benar secara tugas pokok dan fungsinya. Namun yang diinginkan rakyat utamanya mereka yang belum masuk dalam DPT, niatan atau kebijakan pemerintah selaku penyelengara dan pepmimpin bangsa ini untuk mengatasi kekisruhan ini," tutur Herman. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
selalu @ Minggu, 5 Juli 2009 | 13:35 WIB
Walah, yang pada ribut kan saat ini cuman para tim sukses aja. Rakyat sih tenang-tenang aja tuh. Sudahlah, cari topik yang lain aja kalo memang tidak siap untuk kalah. Rakyat Indonesia sudah pintar. Jangan mempermalukan diri sendiri. Salam.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.