inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

DPT Amburadul Hasilkan Presiden Rekayasa

Headline
Fadli Zon
Oleh: Rafiqa Qurrata A'yun
Minggu, 5 Juli 2009 | 13:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kekisruhan daftar pemilih tetap (DPT) masih membayangi pilpres yang dijadwalkan 8 Juli mendatang. Jika pilpres dipaksakan sesuai jadwal tanpa ada perbaikan yang signifikan, maka pilpres hanya menghasilkan presiden rekayasa.

"Kita ini kan memilih pemimpin untuk 240 juta rakyat. Jadi kalau kita salah dengan proses pemilihan itu, banyak pemilih silumannya, maka yang jadi pemimpin ya pemimpin hasil rekayasa," kata Sekretaris Umum tim kampanye nasional Mega-Prabowo, Fadli Zon kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (5/7).

Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mendesak KPU untuk menyelesaikan masalah DPT, khususnya pemilih yang tidak terdaftar. KPU juga diminta mengupayakan pemilih yang tidak tercatat dalam DPT agar bisa menggunakan KTP untuk menyalurkan hak pilihnya.

"Kami sudah melayangkan protes kepada KPU. Kami temukan banyak pemilih fiktif, dan di daerah Jawa saja itu sudah jutaan. Kami minta itu segera dibereskan atau pilpres ditunda," jelasnya.

Bagi Fadli, penundaan pilpres tidak haram hukum dilakukan. Meskipun konsekuensinya akan ada penambahan biaya. Namun hal itu seharusnya tidak menjadi masalah, karena pemilu yang jujur dan adil lebih urgen sifatnya. "Kalau soal biaya saya kira tidak terlalu signifikan," ujar Fadli. [fiq/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.