inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pilpres? Koleksi ANTM, BUMI, TLKM

Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Senin, 6 Juli 2009 | 04:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Momen berupa Pilihan Presiden (Pilpres) yang akan jatuh pada pekan ini (Rabu, 8/7), akan memberikan sentimen pada pergerakan indeks. Sementara itu untuk meminimalkan risiko likuiditas, ANTM, BUMI, dan TLKM bisa menjadi pilihan.

Menurutu analis pasar modal David Cornelis, pekan depan indeks cenderung bergerak menyamping dengan volume dan likuiditas yang cenderung tipis mendekati Pilpres. "Ditambah lagi, market AS (Amerika Serikat) yang libur. Kisarannya 2.060 - 2.095," ujarnya melalui media maya kepada INILAH.COM, Minggu (5/7).

Lebih lanjut David menjelaskan, penurunan BI rate dan pengumuman inflasi pekan lalu, tidak akan memberi sentimen bagi pergerakan indeks karena pasar telah mengekspektasi melalui proyeksi. "Ya enggak lah, lawong pekan lalu aja enggak. Yang pasti sentimen untuk pekan ini Pilpres saja," ujarnya.

Sedangkan saham - saham yang direkomendasikan David untuk dikolesi pekan ini adalah saham-saham kapitasasi besar. "Itu untuk memininimalkan risiko likuiditas," imbuhnya.

Adapun saham-saham yang dimaksud antara lain saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Pada perdagangan Jumat (3/7), ANTM ditutup turun 25 poin (1%), menjadi 2.050, BUMI ditutup turun 40 poin (2%) menjadi 1.800, dan TLKM ditutup naik 400 poin (5%) menjadi 8.600. "Buy on weakness," pungkasnya. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.