INILAH.COM, Jakarta - Usulan kubu JK-Win dan Mega-Pro untuk menunda pilpres karena daftar pemilih tetap (DPT) masih kacau dinilai tidak berlebihan. Sehingga, tidak ada yang salah dari wacana memundurkan Pilpres 2009 dari jadwal seharusnya.
"Tidak ada salahnya usulan itu. Mereka kan ingin DPT itu dibenarkan, dirapikan supaya masyarakat bisa memilih. Mereka tidak menuntut berlebihan," jelas Guru Besar Ilmu Politik UI Iberamsjah kepada INILAH.COM, Minggu (5/7).
Menurut dia, sebenarnya bukan hanya kubu JK-Win dan Mega-Pro yang berkepentingan dalam urusan DPT. Melainkan juga seluruh rakyat, terutama yang telah memiliki hak pilih.
"Semuanya berkepentingan agar pemilu ini berjalan jujur dan adil dengan partisipasi yang cukup tinggi. Tapi, ya kalau seperti ini jadi sulit. Apalagi, KPU sekarang ini KPU terjelek yang pernah kita punya," sesalnya.
Secara pribadi, Iberamsjah menyatakan setuju dengan penundaan pilpres sampai urusan DPT dapat diatasi. Sebab, kekacauan DPT dinilianya dapat menimbulkan konflik yang cukup besar.
"DPT itu kan jantungnya pemilu. Hak rakyat, hak demokrasi itu ada pada DPT. Kalau sampai DPT itu bermasalah. Ada banyak orang yang tidak terdaftar, ada yang namanya ganda, maka legitimasi pemilu akan diragukan orang," jelas dia.
Sayangnya, lanjut lberamsjah, KPU saat ini tidak sigap bertindak mengatasi persoalan krusial seperti DPT. "KPU sekarang parah sekali. Tidak cerdas dan tidak responsif. Apa-apa menurut pendapat dia sendiri saja. Jadi, ya sudah data pemilihnya jelek, ditambah KPU-nya parah. Maka inilah pemilu terjelek selama kita merdeka," urainya. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !