INILAH.COM, Jakarta Merosotnya harga minyak dunia ke level US$ 66 per barel menyebabkan tipisnya volume transaksi dan likuditas di bursa. Saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini pun diperkirakan akan bergerak flat. Buy on weakness untuk BUMI.
Pengamat pasar modal, David Cornelis mengatakan pergerakan BUMI akan sideways terpengaruh pergerakan harga minyak dunia yang turun ke level US$ 66 per barel. Namun, sentimen itu hanya terjadi dalam jangka pendek.
Menurutnya, jika pengaruh harga komoditas usai, pelaku pasar akan kembali mencermati fundamental perseroan dan kondisi makro ekonomi. Karena itu, hari ini BUMI akan sideways pada kisaran support Rp 1.750 dan Rp 1.840 untuk level resitannya, katanya kepada INILAH.COM , di Jakarta, Minggu (5/6).
Pada penutupan Jumat (3/7) akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup melemah 40 poin (2,17%) menjadi Rp 1.800 dengan intraday cukup lebar antara Rp 1.830 dan Rp 1.750. Volume transaksi BUMI tercatat sebanyak 295,3 juta unit senilai Rp 530,2 miliar dan 6.778 frekuensi.
Berikut wawancara INILAH.COM dengan David Cornelis:
Apa prediksi Anda terkait pergerakan saham BUMI?
Pada dasarnya, semua saham akan melemah baik dari sisi volume transaksi maupun likuiditas yang tipis. Semua saham cenderung bergerak konsolidasi, demikian pula dengan BUMI. Saham ini cenderung sideways karena terpengaruh pergerakan harga minyak dunia yang sekarang turun ke level US$ 66 per barel.
Pelemahan harga minyak memicu turunnya harga komoditas lain seperti nikel, emas, timah, dan batu bara. Namun, pengaruh itu hanya terjadi dalam jangka pendek. Artinya, jika pengaruh harga komoditas usai, pelaku pasar akan kembali mencermati fundamental perusahaan dan kondisi makro ekonomi.
Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI akan sideways pada kisaran support Rp 1.750 dan Rp 1.840 untuk level resistannya. Dengan kondisi volume transaksi yang tipis, saham BUMI tidak akan bergerak jauh dari posisi pekan lalu. Kecuali, jika ada kondisi ekstrim yang mempengaruhi market risk secara keseluruhan.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomendasikan buy on weakness. Karena, untuk jangka menengah-panjang tren BUMI masih akan naik. Pergerakan hanya mencerminkan arah jangka pendek yang cenderung konsolidasi. Sideways saja, datar cenderung melemah, flat to lower . Karena harga minyak sekarang di level US$ 66 per barel BUMI lebih berpeluang mengarah ke level support-nya ketimbang posisi resistan-nya.
Jika terjadi kenaikan bursa global awal pekan ini. BUMI berpeluang bergerak ke arah level resistan-nya. Namun jika kenaikan bursa global tidak terjadi, secara umum pergerakan BUMI masih akan sideways. Makanya level support-nya saya buat agak jauh sedikit.
Bagaimana dengan kesiapan BUMI mengakuisisi unit tambang BHP Billiton di Kalimatan yang pekan lalu ditengarai jadi sentimen negatif?
Masih ada. Tapi, pengaruh negatifnya tidak akan signifikan seperti pekan lalu.
Bagaimana dengan pilpres 2009?
Pilpres 8 Juli, lusa, menurut saya berpengaruh pada fundamental BUMI jangka panjang. Dalam jangka pendek BUMI hanya di-drive oleh harga komoditas yang lokomotifnya adalah harga minyak dunia yang saat ini turun. [E2]