INILAH.COM, Jakarta - Sabam Sirait sepakat dengan Jusuf Kalla dan Megawati yang mempertanyakan kekacauan DPT langsung ke KPU. Menurut politisi PDIP ini, JK meski dari pemerintah ternyata emosional juga dalam menanggapi masalah tersebut.
"Saya tidak berwenang seperti Mega dan JK untuk menunda pemilu. Tapi ternyata ide itu mulai datang. JK ternyata orang bugis yang emosional juga dalam menanggapi. Kita harus perbaiki negeri ini," kata politisi PDIP itu di Hotel Sahid Jakarta, Senin (6/7).
Indonesia di mata Sabam sudah banyak masalah. Ditambah masalah hilangnya sekian puluh juta suara warga negara yang berhak memilih. Herannya, kata Sabam, masalah itu bukan tidak disengaja, tapi disengaja.
Menurut dia, inti dalam demokrasi adalah hak pilih, dan walaupun tidak wajib, tapi hak pilih tidak boleh dihilangkan. Namun malah itu yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
"Pernyataan sampai tadi malam yang harus tanggung jawab KPU. Presiden lepas tangan," sesalnya. Meski begitu, apa pun yang terjadi dalam 1- 2 hari ke depan, Sabam mengajak untuk menjaga agar Pilpres berjalan aman dan damai. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !