inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Agamawan: SBY Jangan Menghindar Soal DPT

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Rafiqa Qurrata A'yun
Senin, 6 Juli 2009 | 17:17 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kisruh DPT juga menjadi sorotan sejumlah tokoh agama. Mereka pun meminta Presiden SBY tidak menghindar dari masalah DPT yang amburadul.

Pernyataan bersama menyikapi masalah DPT itu disampaikan Ketua Umum PGI Andreas Yewangoe dalam pertemuan antara Mega-Prabowo dan JK-Wiranto dengan Agamawan Lintas Agama di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (6/7).

"Kandidat capres dan cawapres dapat saja menghindar bahwa kekalutan ini merupakan tanggung jawab KPU saja. Namun Presiden Republik Indonesia ex-officio adalah Kepala Negara Republik Indonesia, tidak bisa menghindar dari gejala pertikaian yang mulai menegang, tampak di permukaan kehidupan bangsa dan negara," ucap Andreas.

Dalam pernyataan bersama sebanyak 7 butir itu, para agamawan juga meminta agar KPU segera memberikan salinan DPT kepada seluruh pasangan capres agar bisa dipelajari.

"DPT bukanlah rahasia negara. Apabila terjadi selisih data, haruslah dimusyawarahkan dalam semangat kebangsaan, sehingga tidak ada lagi pro kontra," ujar Andreas yang didampingi Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan Ketua KWI Martinus D Situmorang.

Mereka mengingatkan, jika masalah ini belum juga tuntas, maka siapapun pemenangnya akan tetap berada pada ganjalan psikososial dan psikopolitik. Masalah ini pun akan merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Oleh karena itu, Indonesia segera mendesak agar punya aturan perundangan yang menjamin pemisahan kekuasan dan fasilitas negara dari penggunaan oleh perorangan atau golongan," kata Andreas. [fiq/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
ranto @ Selasa, 7 Juli 2009 | 01:41 WIB
SBY sebenarnya tdk menghindar, krn ia mendapat bisikan dalam DPT masih bersifat SULAP, sebaliknya bila didalam DPT ada unsur SIHIR baru dia ikut bicara.
chokilay @ Senin, 6 Juli 2009 | 21:11 WIB
Itulah contoh pemimpin yang selalu ragu dalam mengambil keputusan dan tidak memperhatikan hak politik rakyatnya. Baru setelah diputuskan oleh MK baru muncul di tv pidato panjang lebar....
Baco Kuttu @ Senin, 6 Juli 2009 | 19:39 WIB
Ini artinya hanya 2 pasangan saja yang memikirkan hak konstitusional rakyat. Bapak2 Agamawan sebaiknya menghimbau kepada semua masyarakat agar mempertimbangkan pilihannya kepada yang tidak masa bodoh dengan hak rakyat...
SiBeye @ Senin, 6 Juli 2009 | 17:43 WIB
Maaf saudara-saudara sebangsa setanah air yang saya cintai. Hari-hari ini saya jangan diganggu. Saya sedang konsentrasi menangkal santet yang ditujukan pada saya. Mohon urus keperluan anda sendiri. Saya hanya melayani urusan PD saja.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.