INILAH.COM, Surabaya - Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang juga Ketua Umum GP Ansor mempermasalahkan pernyataan Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Mifachul Akhyar yang mengaku capres Jusuf Kalla-Wiranto ada kesamaan idiologis dengan NU.
"Kalau urusan politik tidak bisa disama-samakan atau disatu-satukan, apalagi diapelkan (Apel Banser se-Jatim) seperti acara di PWNU Jatim kemarin yang dihadiri Cawapres Wiranto. Nggak ada suara dalam pilpres kok diapelkan," tegas Gus Ipul di Surabaya, Senin (6/7).
Menurut dia, keterlibatan jajaran struktur PWNU Jatim di dalam pilpres sudah terlalu jauh. Ini karena Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar saat acara apel banser juga menjadi inspektur upacara.
"Saya kira terlalu jauhlah, masak Rois Syuriah menjadi irup. Itu serba tidak masuk akal. Kita ini menghormati orang tua, mestinya yang tua juga menghormati yang muda," tuturnya bersungut-sungut.
Gus Ipul meminta semua pihak agar bertindak proporsional dan menghargai segala perbedaan sikap politik yang ada. Ini karena sudah menjadi kebiasaan sejak lama, kalau pilihan politik tidak bisa disatu-satukan.
"Hanya orang yang tidak mengerti NU, yang menyatukan suara politik orang NU," katanya.
Menanggapi adanya kesamaan idiologis antara sejumlah ulama NU dan JK-Win, Gus Ipul lagi-lagi berang. "Idiologis darimana. Wong semalam saja, kumpulnya di kantor PP Muhammadiyah yang menggugat masalah DPT. Idiologis apanya, ngerti idiologis nggak?" tanyanya keras. [beritajatim.com/ana]