Senin, 28 Mei 2012 | 21:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gus Ipul Ngomel NU ke JK Win
Headline
Saifullah Yusuf - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh:
web - Senin, 6 Juli 2009 | 17:28 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang juga Ketua Umum GP Ansor mempermasalahkan pernyataan Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Mifachul Akhyar yang mengaku capres Jusuf Kalla-Wiranto ada kesamaan idiologis dengan NU.

"Kalau urusan politik tidak bisa disama-samakan atau disatu-satukan, apalagi diapelkan (Apel Banser se-Jatim) seperti acara di PWNU Jatim kemarin yang dihadiri Cawapres Wiranto. Nggak ada suara dalam pilpres kok diapelkan," tegas Gus Ipul di Surabaya, Senin (6/7).

Menurut dia, keterlibatan jajaran struktur PWNU Jatim di dalam pilpres sudah terlalu jauh. Ini karena Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar saat acara apel banser juga menjadi inspektur upacara.

"Saya kira terlalu jauhlah, masak Rois Syuriah menjadi irup. Itu serba tidak masuk akal. Kita ini menghormati orang tua, mestinya yang tua juga menghormati yang muda," tuturnya bersungut-sungut.

Gus Ipul meminta semua pihak agar bertindak proporsional dan menghargai segala perbedaan sikap politik yang ada. Ini karena sudah menjadi kebiasaan sejak lama, kalau pilihan politik tidak bisa disatu-satukan.

"Hanya orang yang tidak mengerti NU, yang menyatukan suara politik orang NU," katanya.

Menanggapi adanya kesamaan idiologis antara sejumlah ulama NU dan JK-Win, Gus Ipul lagi-lagi berang. "Idiologis darimana. Wong semalam saja, kumpulnya di kantor PP Muhammadiyah yang menggugat masalah DPT. Idiologis apanya, ngerti idiologis nggak?" tanyanya keras. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
bambu
Selasa, 7 Juli 2009 | 15:03 WIB
hai IPUL.....udahlah cukup kemenanganmu yg tercela jangan ikut-ikut kan pilpres...tau nggak kau itu menang karena curang (krn DPT)...dasar ....
banser
Senin, 6 Juli 2009 | 22:34 WIB
Wajar saja kalo NU mendukung JK karena NU mencari pemimpin yang amanah. Lagi pula pilihan warga NU bukan soal kalah menang tapi lebih dari pertanggung jawabkan kelak kepada Allah SWT.
wong marginal
Senin, 6 Juli 2009 | 22:23 WIB
udahlah gus.. lha realitas emang gitu kok, ada kesamaan ideologi dsb. coba deh liat JK-WIN itu orangnya sederhana, jujur dan ucapannya sama dgn perbuatan. gak kayak yg satu itu, laen yg diucapain laen yg dilakuin, mana antek amerika lagi. mau gus ipul kalau negara ini dikendalikan ma asing, piye toooh...
amel
Senin, 6 Juli 2009 | 20:21 WIB
Aneh gus ipul ini. Lha wong yang ngomong kyai kok dibantah. Kamu itu sopo? kyai bukan, malah menjual NU. walah... gus ipul marah. soalnya dulu waktu pilgub dulu menangnya krn DPT bermasalah! coba kalo fair, pasti mbak Khofifah.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.