INILAH.COM, Jakarta - Pemilu 2009, baik legislatif dan pilpres begitu amburadul. Berbeda jauh jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya yakni 2004. Mantan presiden yang juga mencalonkan kembali menjadi presiden pun membanding-bandingkan di zamannya.
"Pemilu 2004 sudah sukses. Saya berharap 2009 juga bisa sukses. Jadi minta dukungan moralnya," sebut Mega dalam jumpa persnya di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (6/7).
Capres nomor urut satu ini mengatakan, pihaknya berharap agar Kartu Tanda Penduduk (KTP) bisa digunakan. Sehingga semua pemilih bisa menggunakan hak pilihnya pada 8 Juli nanti. Karena itu, agar permasalahan yang krusial tersebut dapat menjadi perhatian kalangan agamawan.
Terkait hal itu, makanya dijelaskan Ketua Umum PDIP dalam masa tenang kampanye ini dirinya berkunjung ke kantor Muhammadiyah untuk meminta waktu yang sama yaitu DPT dan KTP. Selain itu, lanjut Mega, pihaknya juga bertandang ke MK guna membicarakan sengketa pemilu.
"Kami berharap dapat dukungan moral dari PBNU. Karena bagi kami pilpres itu bukan suatu pekerjaan, tapi suatu kedaulatan rakyat dalam demokrasi untuk menentukan pilihan pimpinan nasional untuk 2009-2014," beber mantan presiden ini.
Mengenai kunjungannya ke KPU, dituturkan Mega, pihaknya menyepakati beberapa hal. Yakni DPT dapat diselesaikan tiga pasangan capres-cawapres masing-masing. Bahkan dirinya berharap dua hari bisa selesai.
"Kalau belum selesai kita mengusulkan agar KTP bisa dipakai pemilih yang tidak masuk di DPT. Pikul 17.00 WIB MK akan memutuskan apakah usulan ini bisa diterima atau tidak," tandas Mega. [jib]