INILAH.COM, Jakarta Persaingan antar dua perusahaan di bidang keamanan, Symantec dan McAfee makin tajam. Kedua perusahaan coba memasukkan produknya lewat produsen PC, website serta ISP.
McAfee telah lama melakukan upaya agresif menjalin kerjasama dengan pembuat PC besar untuk menggeser kepemimpinan Symantec. Selama bertahun-tahun McAfee tertinggal dari Symantec karena terjebak masalah hukum dan akunting yang menyebabkan daya saing yang rendah.
Namun hal itu telah berubah saat David DeWalt menggantikan George Samenuk yang mundur akibat skandal stock-option.
McAfee telah mengembangkan diri tak hanya sebatas pembuat software anti-virus. Perusahaan ini juga telah mengakuisisi pemain keamanan lain dan meningkatkan sales ke konsumer dan bisnis besar.
Menurut Gartner Symantec masih sebagai market leader dengan pasar dua kali lipat dari McAfee. Di pasar konsumer, Symantec memegang 52% dibandingkan McAfee 18%.
Dengan langkah yang berisiko, McAfee coba memikat pembuat PC dengan mengeluarkan dana besar. Tahun lalu, perusahaan itu membelanjakan US$55 juta lebih besar dari pesaing manapun agar software McAfee bisa terpasang di komputer baru yang dijual oleh produsen. Saat ini Dell, Acer, Toshiba, Sony dan Lenovo telah berhasil digandeng.
Firm Jefferies & Co memperkirakan 40% komputer yang dibeli konsumen tahun ini sudah memasukkan software McAfee.
Hewlett-Packard, penjualan PC terbesar di dunia memiliki perjanjian eksklusif dengan Symantec untuk PC konsumernya. Perjanjian itu akan berakhir pada tahun depan dan Symantec harus kerja keras untuk mempertahankannya.
Salah satu ancaman terbesar kedua perusahaan itu adalah software gratis. Termasuk Microsoft juga baru merilis versi ujicoba software keamanannya.[ito]