INILAH.COM, Jakarta Sehari menjelang pilpres 2009, saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (7/7)akan melemah. Emiten ini dinilai tidak mampu mengatasi deraan koreksi harga minyak ke level US$ 63 per barel. Buy on weakness untuk BUMI.
Ukie Jaya Mahendra, Head of Asset Management PT Paramitra Alfa Sekuritas memprediksi BUMI hari ini akan melemah. Hal ini terjadi seiring kondisi pasar yang berpeluang koreksi tajam akibat harga minyak mentah dunia yang rontok mendekati level US$ 60 per barel.
Menurut Ukie saham produsen batu bara thermal ini tidak akan tahan dari aksi profit taking dalam kondisi market seperti ini. BUMI saya pikir berpeluang akan menembus support yang pertama pada level Rp 1.660 dan menuju ke level support berikutnya pada posisi Rp 1.470, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Senin (6/7) kemarin, saham BUMI ditutup melemah 90 poin (5%) ke level Rp 1.710, dengan intraday Rp 1.790 dan Rp 1.690. Sedangkan volume transaksi mencapai 295,3 juta unit senilai Rp 530,2 miliar dan frekuensi 6.778 kali.
Berikut ini wawancara INILAH.COM dengan Ukie Jaya Mahendra.
Apa prediksi Anda terkait pergerakan saham BUMI?
Menurut saya, BUMI akan melanjutkan pelemahan. Karena saham ini tidak akan tahan terhadap kondisi pasar yang berpeluang tambah hancur akibat harga minyak sudah turun ke level US$ 63 per barel.
Saya pikir berpeluang menembus support yang pertama pada level Rp 1.660 dan menuju ke level support berikutnya pada posisi Rp 1.470. BUMI akan mengarah ke level Rp 1470 dan tidak akan tembus pada level resistan 1.800-an. Peluang kenaikannya sangat berat untuk meraih level resistannya.
Lantas apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Dengan peluang tembus level support Rp 1.660, Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI dan melakukan aksi buy pada level Rp 1.470.
Faktor-faktor apa yang berpengaruh pada pelemahan saham ini?
Pelemahannya terjadi karena faktor market sendiri yang terpengaruh koreksi di pasar saham eksternal akibat harga minyak yang berada pada level US$ 63 per barel. Karena itu saham PT Bumi Resources akan dilanda profit taking.
Bagaimana dengan faktor politik menjelang pilpres besok?
Ya itu juga menjadi salah satu faktor penggerak market. Kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjelang pilpres 8 Juli 2009, telah menjadi tekanan terhadap bursa pada perdangan kemarin. Sentimen negatif ini masih akan berlangsung pada perdangan saham hari ini. Menurut saya, faktor politik kali ini berpengaruh negatif terhadap bursa.
Mahkamah Konstitusi sudah membolehkan pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT untuk mencontreng dengan menggunakan KTP dan KK atau paspor. Bisa mengubah sentimen pasar?
Kalau menurut saya, meski orang yang tidak terdaftar dalam DPT dipebolehkan mencontreng dengan membawa KTP dan KK atau paspor, tidak akan mengubah reaksi pelaku pasar pada perdagangan. Indeks tidak akan terangkat oleh sentimen itu. Karena, investor lebih cenderung untuk fokus mencermati hari pelaksanaan pemilu besok.
Tapi, saya tetap berharap pasar bisa merespons positif sehingga berpengaruh positif juga pada pergerakan bursa termasuk saham BUMI. Jika pelaksanaan pilpres besok berjalan baik, tidak terjadi kerusuhan, aman, tertib, dan lancar, atau bahkan terjadi satu putaran, IHSG akan menguat tajam.
Menurut perkiraan Anda, berapa persen kenaikan IHSG pasca pilpres?
Mungkin tidak seperti di Bombai yang naik hingga 17%. Tapi paling tidak, IHSG bisa mencapai plus di atas 5%. Sebaliknya, jika terjadi dua putaran akan terjadi ketidakpastian (uncertainty) kembali dan pergerakan market akan gonjang-ganjing. Kemarin pun TLKM berusaha menahan pelemahan indeks tapi tidak cukup kuat. Indeks sempat bangkit tapi tetap ditutup melemah. [E2]